PHYLOPOP.com -  Sebagai tindak lanjut Permendagri Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Permendagri Nomor 60 Tahun 2007 tentang Pakaian Dinas PNS di Lingkungan Depdagri dan Pemda, Mendagri menerbitkan surat Nomor 025/330/SJ tanggal 02 Februari 2016 hal Jadwal Penggunaan Pakaian Dinas PNS di Lingkungan Kemendagri.

Surat yang ditujukan kepada seluruh komponen Kemendagri termasuk IPDN dan BNPP tersebut, efektif berlaku mulai tanggal 03 Februari 2016.

Jadwal penggunaan pakaian dinas di lingkungan Kemendagri sbb:
  1. Senin-Selasa, mengenakan PDH warna khaki
  2. Rabu, mengenakan PDH kemeja warna putih, celana/rok hitam atau gelap
  3. Kamis-Jum'at, mengenakan batik/tenun/pakaian khas daerah
  4. Peringatan Hari Linmas, mengenakan pakaian Linmas
  5. Peringatan hari Korpri dan/atau sesuai ketentuan acara mengenakan pakaian Korpri. 
Hari pertama berlakunya ketentuan ini pada Rabu (03/02/2016), tampak sebagian besar pegawai Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes sudah mulai mengenakan baju putih dan celana/rok warna hitam/gelap. Hanya beberapa pegawai saja yang masih mengenakan pakaian dinas PDH warna khaki. 

PHYLOPOP.com - Lagi lagi, penumpukan penumpang di stasiun kereta commuterline Jabodetabek terjadi, Rabu (03/02/2016).  Penumpukan penumpang terjadi karena kereta andalan warga ibu kota ini mengalami gangguan sinyal.

Sesekali beberapa kereta terlihat melaju pelan dan berhenti lama di setiap stasiun, mulai dari Bogor sampai Kota. Itupun hanya sampai Stasiun Pasar Minggu. Bahkan melalui pengeras suara petugas menyarankan untuk memilih alternatif transportasi lain terutama bagi yang terburu ke kantor atau tempat tujuan lain.

Akibat gangguan sinyal, terpaksa kereta menggunakan sistem manual. Tentu saja ini membuat jadwal kereta tidak karuan. Akibatnya di setiap stasiun terjadi penumpukan penumpang hingga banyak yang memilih alternatif transportasi lain. Tapi banyak juga yang tetap bertahan dengan sabar menunggu.

Dari hasil pantauan Phylopop di stasium Depok Baru, hingga pukul 09.00 WIB penumpang masih terlihat menunggu hingga memenuhi area stasiun. Sebagian lagi menunggu di tempat parkir dan di jalan.

Berikut situasinya berdasarkan hasil jepretan kamera Phylopop.

PHYLOPOP.com - Seorang suami yang sedang sekarat, ditemani istrinya yang duduk di samping tempat tidurnya.

Suami: "Ma...maafkan papa..., teman baikmu Rika...dia juga istri papa..."

Istri: "Nggak apa2 pah...mama dah tau..."

Suami: "papa juga memperistri teman sekantormu Shinta ..."

Istri: "mama tau kok paaaaaa..... !!"

Suami: "terakhir.... papa juga nikah sama Imah, pembantu kita...."

Istri: "Sudahlah pa...mama udah tau semuanya.... Sekarang yang penting papa jangan banyak gerak dan bicara. Biarkan kopi sianidanya bekerja....."

Suami: @$#%&¥€¢£π§Δ...


PHYLOPOP.com - Phylovers belum pernah melihat makan Rasulullah atau berada di hadapan Ka'bah? Atau sudah pernah tapi sudah sangat rindu dengan suasana khusu di sana?

Jangan khawatir. Link berikut ini akan membawa sensasi Phylovers seperti benar berada di depan makam Rasulullah atau di hadapan Ka'bah.

Silahkan buka satu per satu linknya.


Smartphonenya di gerakan ke atas, bawah, kanan, kiri, bisa di zoom juga.

Phylovers akan merasakan seolah-olah sedang berada di sana.

Siapa mau masuk Hijir Ismail, tekan nomor 1.

Yang ingin melihat sudut rukun yamani, tekan nomor 2.

Yang mau persis berada di depan Ka'bah, silahkan tekan nomor 3.

Yang mau lihat Makam Rasul SAW, tekan nomor 4.

Dan kalau ingin berada di atas Ka'bah, tekan nomor 5.

Silahkan di-share, semoga mengobati kerinduan bagi Phylovers yang pernah, yang belum pernah, atau yang dalam waktu dekat akan ke sana.

Salam Phylovers!

PHYLOPOP.com - Saat ini, anak berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah tidak memiliki identitas yang berlaku secara nasional dan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan seperti halnya KTP elektronik bagi orang dewasa.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri berkewajiban untuk memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia yang berlaku secara nasional sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Pemberian identitas pada anak diharapkan dapat mendorong peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA). Lahirnya Permendagri ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dan Permendagri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri.

KIA merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Dukcapil kabupaten/kota. Anak dalam hal ini meliputi anak WNI dan anak orang asing.

Untuk anak WNI, Dinas Dukcapil kabupaten/kota menerbitkan KIA baru bagi anak yang usianya kurang dari 5 tahun bersamaan dengan penerbitan kutipan akta kelahiran. Jika anak usia kurang dari 5 tahun sudah memiliki akta kelahiran tetapi belum memiliki KIA, penerbitan KIA dilakukan dengan syarat menyerahkan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukkan akta kelahiran asli, serta menunjukkan KK dan KTP-el asli kedua orang tua/wali.

Untuk anak usia 5 sampai 17 tahun kurang satu hari, Dinas Dukcapil menerbitkan KIA dengan persyaratan fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukkan kutipan akta kelahiran asli, KK dan KTP-el asli kedua orang tua/wali, serta pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar. Jika anak tersebut lahir dan baru datang dari luar negeri, harus disertai dengan surat keterangan datang dari luar negeri yang diterbitkan oleh Dinas Dukcapil. Masa berlaku KIA untuk anak kurang dari 5 tahun adalah sampai anak berusia 5 tahun, sedangkan untuk anak di atas 5 tahun sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.

Untuk anak orang asing, Dinas Dukcapil kabupaten/kota menerbitkan KIA setelah memenuhi persyaratan fotocopy paspor dan izin tinggal tetap, KK dan KTP-el asli kedua orang tuanya. Persyaratan tersebut untuk anak orang asing usia baru lahir hingga menginjak usia 5 tahun. Jika sudah berusia 5 sampai 17 tahun kurang satu hari, persyaratan ditambah dengan pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar. Masa berlakunya sama dengan izin tinggal tetap orang tuanya.

Sebagai identitas yang berlaku nasional, KIA memuat elemen data berupa NIK, nama, jenis kelamin, golongan darah, tempat/tanggal lahir, nomor KK, nama kepala keluarga, agama, kewarganegaraan, alamat, masa berlaku, tempat penerbitan, nomenklatur dinas, serta nama dan tanda tangan kepala dinas.

Untuk lebih jelas, silakan download Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

Penulis:
Zainudin, M.Si.
PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri

PHYLOPOP.com - Bagi Anda yang masa berlaku KTP-elnya habis, tidak perlu mengurus perpanjangan masa berlaku lagi, karena KTP-el tersebut masih tetap bisa digunakan, meski di dalam kolom berlaku terdapat tanggal kedaluarsanya.

Anda yang belum tahu hal ini, jangan mau jika Anda dimintai uang oleh calo ataupun oknum petugas untuk mengurus dan membuat KTP-el yang baru lagi. KTP-el yang sekarang di bagian masa berlakunya memang tertulis berlaku SEUMUR HIDUP, namun untuk yang sudah kadaluarsa-pun masih sah dan tetap berlaku.

Tak perlu takut dan khawatir ditolak saat menunjukkan KTP-el sewaktu ada razia kepolisian atau di saat mengurus surat-surat penting di kantor/lembaga pemerintah/swasta manapun.

Untuk menguatkan hal tersebut, Mendagri sudah akan mengirim surat edaran ke seluruh instansi/lembaga pemerintah/swasta seluruh Indonesia.

Jadi, warga yang KTP-el masa berlakunya habis selama tidak rusak, tidak hilang, dan tidak ada perubahan elemen data, tidak usah melakukan perpanjangan/membuat ulang.

Hal ini perlu disampaikan, mengingat beberapa kasus ada yang masih belum tahu soal aturan itu, sehingga banyak warga yang melakukan perpanjangan KTP-el yang masa berlakunya habis dan dipungut biaya oleh calo atau petugas untuk membuat KTP-el baru yang tercantum masa berlaku SEUMUR HIDUP. Padahal KTP-el kadaluarsa itu tidaklah perlu diperpanjang.

Ketentuan hukumnya:

1.  Masa berlaku KTP-el yang semula 5 (lima) tahun diubah menjadi berlaku seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP (Pasal 64 ayat 7 huruf a UU No. 24 Tahun 2013).

2. KTP-el yang sudah diterbitkan sebelum berlakunya Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 ini, ditetapkan berlaku seumur hidup (Pasal 101 point c UU No. 24 Tahun 2013).

Sumbernya:

http://www.dukcapil.kemendagri.go.id/detail/pelayanan-administrasi-kependudukan-yang-perlu-anda-ketahui

Demikian terima kasih.

Bantu share ya!

Jakarta, 26-01-2016

Salam
Tim Media Dukcapil
Kementerian Dalam Negeri

Powered by Blogger.