Hari
Berlangganan melalui Email
Berlanganan
Ikuti saya di facebook
Facebook
Ikuti saya di twitter
Twitter
Advertise | Hubungi Saya | Buku Tamu | About us | Kegiatan | Peta Situs
ALEXA RANK
PER TAHUN
TRANSLATE
IKUTI
Headline
1 2 3 4 5 6

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berolahraga Saat Puasa?

PHYLOPOP.com - Berolahraga memang sangat mengasyikkan. Selain untuk menyalurkan hobby, sekaligus juga bisa menyehatkan badan agar selalu fit menjalani hari. Ada juga yang memanfaatkan olahraga untuk membangun jaringan, relasi dan memperbanyak teman atau saudara.

Tapi lain halnya jika aktivitas olahraga dilakukan saat perut kosong, terlebih di bulan Ramadhan. Tak sedikit dari Phylovers yang biasanya rajin ke gym atau main futsal, kemudian tak pernah melakukannya lagi ketika bulan puasa datang. Selain karena memang kondisi tubuh yang tidak prima, tapi juga terkadang berpuasa membuat sebagian orang tidak memiliki mood untuk beraktivitas di luar rumah. Terlebih aktivitas berat seperti halnya berolahraga.

Tentu saja hal ini bisa diantisipasi jika Phylovers mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berolahraga selama puasa Ramadhan. Berikut Phylopop sarikan untuk menjadi pedoman berolahraga selama puasa Ramadhan.

Setelah Sahur

Hal ini tidak umum, tetapi kita masih dapat melakukan olahraga dengan baik di pagi hari selama puasa. Ini saat yang tepat karena jaringan otot sudah aktif dan siap untuk berlatih. Lakukan setelah sahur, 2-3 jam setelah makan. Olahraga yang tepat adalah jalan atau bersepeda santai, misalnya berjalan ke masjid untuk shalat subuh, lalu pulang ke rumah dengan berputar jalur, sekitar 30 menit.

Sebelum Berbuka

Normalnya olahraga sore dilakukan 2 jam sebelum berbuka. Olahraga tidak lebih dari 2 jam (saran 45-90 menit). Olahraga seperti futsal, sepakbola, bulu tangkis, voli, dll dapat disarankan sambil ngabuburit. Semakin keras berolahraga, akan pengaruhi banyaknya asupan nutrisi yang kita makan saat berbuka.

Setelah Berbuka

Olahraga di waktu ini sangat marak karena ada kesempatan untuk makan dan minum sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Disarankan paling cepat dilakukan 90 menit setelah berbuka untuk mengurangi risiko kerusakan pada jaringan otot yang belum siap.

Pada waktu ini, olahraga jenis apapun, baik olahraga individu, angkat beban, cardio, maupun olahraga permainan, tidak memiliki risiko tinggi dibanding di waktu lain. Olahraga dan latihan di gimnasium berintensitas tinggi juga dapat dilakukan dengan durasi sekitar 30 menit.

Menjelang Sahur

Dari sekian banyak olahraga, jika kita menggemari olahraga berlari ataupun cardio (di atas treadmill), waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum sahur. Berolahraga pada waktu ini akan membuat kita bisa menghilangkan lemak secara maksimal.

Tentu ini sulit karena harus bangun sekitar pukul 02:00 dini hari untuk berlari. Minumlah banyak air dengan secangkir kopi atau teh hijau, tunggu 30 menit, dan lakukan lari atau cardio selama 30-45 menit dengan intensitas sedang.

Bagaimana Phylovers? Pilih waktu yang mana? Beri komentarmu di kolom komentar di bawah ini ya.

Bisnis Terlaris Selama Puasa Ramadhan dan Idul Fitri

PHYLOPOP.com - Bulan Ramadhan adalah bulan berkah. Hal ini banyak diulas para kiyai dan ustadz saat ceramah atau khutbah Jum'at. Benar saja, bulan puasa memang membawa banyak berkah bagi umat muslim, khususnya bagi yang suka berniaga atau berbisnis. Keuntungan berlipat dan berkah yang terus mengalir banyak dimanfaatkan umat muslim untuk meraih pundi-pundi keuangan.

Banyak jenis usaha yang bisa dijalankan selama Ramadhan dan Idul Fitri. Di antaranya sebagaimana disarikan Phylopop.com berikut ini.

Makanan Takjil

Bisnis Takjil sudah pasti memiliki omset menggiurkan setiap hari selama puasa. Takjil selalu menjadi incaran, aneka makanan dengan cita rasa manis seperti klepon, kolak, kurma dan pisang goreng dll menjadi pilihan utama untuk berbuka.

Kue Lebaran 

Kue yang paling banyak dicari menjelang lebaran adalah kue nastar dan kue keju kastengel. Bisnis ini cocok untuk ibu rumah tangga, bisa dimulai dengan modal antara 1 - 2 juta. Harga kue ukuran toples ¼ kg antara Rp 25.000-35.000 dengan asumsi penjualan mencapai > 50 toples.

Busana Muslim

Daya beli masyarakat terhadap baju baru, khususnya busana muslim di hari idul fitri dipastikan akan mengalami peningkatan. Promosi bisa dilakukan melalui media sosial agar orang bisa memesan beberapa hari sebelum lebaran.

Rental Mobil

Rental mobil selama puasa dan lebaran pasti menjanjikan. Banyak pemudik memburu mobil rental untuk pulang kampung, selain mengangkut lebih banyak keluarga dan sanak famili, juga bisa memuat banyak oleh-oleh lebaran. Antara modal dan keuntungan biasanya sama-sama besar, karena biasanya penyewaan mobil tersebut per harinya berkisar Rp 300.000 - Rp 500.000.

Parsel 

Permintaan parsel saat lebaran mengalami peningkatan hingga 300%. Kunci sukses bisnis ini adalah kerapian dan tampilan menarik. Orang rela keluarkan uang tak sedikit untuk dapat memiliki parsel dengan tampilan yang unik dan menarik.

Biro Tiket

Tingginya minat menggunakan transportasi umum menjadikan bisnis tiket selalu ludes terjual. Bisnis ini bisa dijalankan melalui online website atau membuka agen. Bermitra dengan agen online seperti www.birotiket.com bisa menjadi alternatif dengan keuntungan yang menggiurkan.

Bagaimana Phylovers, berminat?

Tips Puasa Sehat Ala Dokter Selama Bulan Ramadhan

PHYLOPOP.com - Bagi sebagian orang, menjalani puasa di bulan Ramadhan terasa sangat berat. Apalagi aktivitas kerja tak berkurang. Tumpukan pekerjaan dan target yang memburu, membuat sebagian orang tak mampu menahan lapar dan dahaga.

Bisa karena kondisi fisik yang memang sedang tidak prima, juga karena reaksi tubuh yang belum terbiasa dengan lapar dan haus.

Berikut kami disarikan tips berpuasa Ramadhan dari sudut pandang kedokteran.

Apa Kata Dokter?

Menurut Dr. dr. Ari Fahrial Syam, masalah yang biasanya terjadi di awal-awal puasa adalah gangguan diare, nyeri ulu hati, dan peningkatan asam lambung.

Dokter Ari menyarankan 6 tips berikut  untuk mengantisipasi masalah tersebut.

Pertama, kurangi makanan yang terlalu pedas dan asam, karena keduanya merupakan makanan pencetus diare.

Kedua, bijak memilih makanan untuk sahur dan berbuka supaya terhindar dari makanan yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri.

Ketiga, makan dengan teratur, mengurangi camilan yang tidak sehat, serta mengendalikan diri untuk tidak makan berlebihan.

Keempat, hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gas, makanan berserat tertentu, dan makanan yang merangsang peningkatan asam lambung, terutama bagi penderita maag.

Kelima, saat berbuka, sebaiknya hindari langsung makan makanan yang berat dan terlalu banyak. Puasa membuat asupan makanan dikurangi, bukan berbuka dengan jumlah porsi makan siang ditambah porsi makan malam.

Keenam, saat sahur hindari makanan yang sulit dicerna dan perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Ibadah-Ibadan Utama di Bulan Ramadhan

PHYLOPOP.com - Bulan Ramadhan adalah bulan Ibadah, bulan berbuat baik, bulan kebaikan, bulan simpati, bulan pembebasan dari neraka, bulan kemenangan atas nafsu, dan kemenangan.

Pada bulan tersebut, Allah melimpahkan banyak kerunia kepada hamba-Nya, dilipatgandakan pahalanya, dan jaminan ampunan dosa bagi siapa yang bisa memanfaatkannya. Selain berpuasa, berikut kami sarikan beberapa amalan yang dianjurkan baginda Rasulullah SAW selama Ramadhan.

Al-Qiyam/Shalat Malam/Tarawih

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda “"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Qiyamul lail sudah menjadi rutinitas Nabi dan para sahabat. 'Aisyah Ra berkata, "Jangan tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau shalat dengan duduk" (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Shadaqah

Rasulullah adalah manusia paling dermawan. Beliau lebih demawan lagi saat Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, "Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan" (HR. al-Tirmidzi dari Anas). Di antara bentuk shadaqah yang dianjurkan adalah memberi makan orang miskin/kurang mampu dan hidangan berbukan bagi orang puasa.

Bersungguh-Sungguh Membaca Al-Qur'an

Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Kita juga bisa lihat puasa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam diiringi dengan qira'ah Al-Qur'an dan mentadabburinya. Malaikat Jibril selalu datang kepada beliau setiap bulan Ramadhan untuk memperdengarkan bacaan Al-Qur'annya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata: Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam orang yang paling pemurah dalam kebaikan. Beliau akan semakin dermawan pada Ramadhan saat Jibril mendatanginya dan mengkaji Al-Qur'an dengannya. Adalah Jibril mendatanginya setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan dan memperdengarkan Al-Qur'an darinya. Maka pada saat ditemui Jibril itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut." (HR. Bukhari dan Muslim).

Duduk di Masjid Sampai Matahari Terbit

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila shalat Shubuh beliau duduk di tempat shalatnya hinga matahari terbit (HR. Muslim). Keutamaan ini berlaku pada semua hari, lalu bagaimana kalau itu dikerjakan di bulan Ramadhan? Bersemangat menggapainya dengan tidur di malam hari, meneladani orang-orang shalih yang bangun di akhirnya, dan menundukkan nafsu untuk tunduk kepada Allah dan bersemangat untuk menggapai derajat tinggi di surga.

I'tikaf

Rasulullah senantiasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri'tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim). I'tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.

Bagi orang yang belum pernah, i'tikaf dirasa sangat berat. Namun, pastinya ia akan mudah bagi siapa yang Allah mudahkan. Dianjurkan i'tikaf di sepuluh hari terakhir adalah untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Menghidupkan Lailatul Qadar

Allah Ta'ala berfirman "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadar: 1-3). Rasulullah berusaha mencari Lailatul Qadar dan memerintahkan para sahabatnya untuk mencarinya.

Beliau juga membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar. Dalam Musnad Ahmad, dari Ubadah secara marfu', "Siapa yang shalat untuk mencari Lailatul Qadar, lalu ia mendapatkannya, maka diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu dan akan datang."

Memperbanyak Dzikir, Doa dan Istighfar

Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu yang mulia dan utama. Manfaatkan dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:

Pertama, saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak bisa ditolak.

Kedua, sepertiga malam terkahir saat Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia."

Ketiga, beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah firmankan, "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 18).

Wallahu A'lam Bishawab!


Oleh: 
Zainudin
Widyaiswara Kemendagri

Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Jum'at Suara Widyaiswara Kementerian Dalam Negeri, Edisi 2, 09 Ramadhan 1436 H, Jum’at, 26 Juni 2015.

Hal-Hal Penting Yang Perlu Diketahui Terkait Bulan Ramadhan

PHYLOPOP.com - Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan. Tidak terasa, tahun ini kita telah memasuki bulan Ramadhan 1436 Hijriah. Tentu suatu kebahagiaan tak ternilai bisa menjumpainya di tahun ini. Sementara sebagian saudara kita tidak mendapatkannya.

Sebagai ungkapan rasa syukur itu, mari kita tunjukkan kebulatan tekad untuk menuntaskan bulan suci ini dengan berbagai ibadah dan amal shaleh. Salah satu wujud kebulatan tekad tersebut dapat ditempuh dengan memperdalam pemahaman kita tentang hal-hal penting terkait Ramadhan yang barangkali selama ini kita keliru memaknainya.

Hal-hal penting terkait Ramadhan ini disarikan dari Hadits Al-Bukhari, nomor hadist 1894 sampai nomor 1933.

Puasa Adalah Perisai Diri

Puasa adalah perisai diri (dari api neraka), maka seseorang yang sedang berpuasa janganlah menggauli istrinya, berkata kotor dan berbuat jahil. Jika dia diajak bertengkar atau dicaci  hendaklah dia mengatakan, "Saya sedang berpuasa".

Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Hambaku meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena aku. Puasa itu bagi-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10 kali”.

Pintu Rayyan Bagi Yang Berpuasa

Diriwayatkan dari Sahl r.a bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda: "Di surga ada sebuah pintu bernama Ar-Rayyan yang kelak pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa, tanpa ada seorangpun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan pada hari itu, "mana orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka pun bangkit untuk memasuki pintu itu tanpa seorangpun selain dari mereka yang memasukinya. Ketika mereka sudah masuk semua, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorangpun yang memasukinya.

Tentang Hilal

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasullah Saw bersabda: "Apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Ramadhan), maka berpuasalah dan apabila kamu melihat hilal (pada awal malam Syawal), maka hentikan puasa, dan apabila di langit diselimuti awan (sehingga hilal tidak terlihat), maka genapkan Ramadhan (30 hari)".

Hindari Ucapan/Perbuatan Jelek

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda: "Siapa yang berpuasa tanpa meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta/jelek, maka Allah tidak membutuhkan puasa".

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, "Semua amal ibadah anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya". Pada bagian akhir hadis disebutkan: "Orang yang berpuasa mendapat dua kesenangan, dia merasa senang ketika bertemu dengan Tuhannya, dia juga merasa senang dengan pahala puasanya".

Puasa Mengendalikan Hawa Nafsu

Diriwayatkan dari 'Alqamah bahwa Abdullah r.a mengatakan: Suatu ketika kami bersama Nabi Muhammad Saw, kemudian beliau bersabda: "Laki-laki yang sudah mampu menikah hendaklah ia menikah, karena menikah akan membuat pandangan matanya lebih merunduk dan membuat kemaluannya lebih terjaga. Siapa yang belum mampu menikah hendaklah ia berpuasa, karena puasa akan melerai nafsunya".

Hitungan Hari Puasa Ramadhan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, bahwa Rasulullah bersabda: "Satu bulan itu bisa 29 hari, maka janganlah kamu berpuasa Ramadhan sebelum kamu melihat hilal dan apabila langit berawan (sehingga kamu tidak melihat hilal), maka genapkanlah Sya'ban 30 hari".

Diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a, bahwa Nabi Saw pernah bersumpah untuk menjauhi istri-istrinya selama sebulan. Setelah berlalu 29 hari beliau datang pada pagi atau sore hari, lalu ditanyakan kepada beliau: "Anda telah bersumpah menjauhi istri-istri Anda selama satu bulan (mengapa sekarang anda datang ?)". Rasulullah Saw menjawab: "Satu bulan itu kadang-kadang 29 hari".

Dua Bulan Id Tidak Berkurang Keutamaannya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah berkata: "Dua bulan Id, Ramadhan dan Dzul Hijjah tidaklah berkurang keutamaannya (meskipun kadang-kadang 29 hari)".

Larangan Puasa Mendekati Ramadhan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlah seseorang dari kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu hari atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa sunnat yang kebetulan waktunya pada hari itu, maka ia boleh berpuasa".

Jeda Sahur dan Sholat Subuh

Diriwayatkan dari Anas r.a bahwa Zaid bin Tsabit r.a mengatakan: Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan shalat (Subuh). Ditanyakan kepada Zaid: Berapa lama kira-kira antara azan dengan sahur ? Dia menjawab: Kira-kira bacaan 50 ayat Al-Quran.

Sahur Tidak Wajib Tetapi Berkah 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda: "Makan sahurlah, karena makan sahur itu mengandung berkah".

Berpuasa dlm Keadaan Junub Ketika Subuh 

Diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah r.a bahwa ketika fajar tiba, Rasulullah Saw pernah dalam keadaan junub sehabis menggauli istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa.

Memeluk Istri Saat Berpuasa

Diriwayatkan dari Aisyah r.a, dia berkata: Nabi Saw pernah mencium dan memeluk istrinya ketika beliau sedang berpuasa, dan beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan diri dibanding kalian semua.

Makan dan Minum Karena Lupa 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Apabila seseorang lupa (bahwa ia sedang berpuasa) kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia lanjutkan puasanya, karena demikian itu berarti ia diberi makan dan minum oleh Allah".

Demikian ulasan kami semoga menambah hikmah dan pahala selama Ramadhan ini bagi yang membacanya. Wallahu A'lam Bishawab!


Oleh: 
Zainudin
Widyaiswara Kemendagri

Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Jum'at Suara Widyaiswara Kementerian Dalam Negeri, Edisi 1, 02 Ramadhan 1436 H, Jum’at, 19 Juni 2015.

Melestarikan Tradisi Tembe Nggoli dan Rimpu Mbojo Bima-Dompu

PHYLOPOP.com - "Tak! Tak! Tak!" Bunyi nyaring kayu yang saling beradu sesekali pecah dari balai di halaman sebuah rumah panggung di tengah desa yang sunyi. Suharti (31), penyebab bunyi itu, sedang telaten melestarikan tradisi yang telah dihidupi puluhan generasi perempuan Mbojo sebelum dirinya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Suharti sedang membuat sarung tenun yang disebut tembe dalam bahasa Mbojo, suku asli masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Huruf e dalam tembe dilafalkan seperti pada kata tempe.

Siang itu, Minggu (5/4/2015), Suharti sedang menenun tembe nggoli yang bermotif khas kotak-kotak dengan paduan dua hingga lima warna cerah. Desa Nata di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, tempat tinggal Suharti, adalah salah satu desa yang mayoritas warga perempuannya masih menekuni tradisi menenun sarung jenis ini.

"Perempuan di sini sudah terbiasa menenun dari kecil. Setiap rumah pasti punya alat tenun," katanya. Alat tenun dimaksud adalah alat tenun tradisional gedogan yang pengoperasionalannya dengan cara dipangku oleh si petenun yang duduk selonjor. Alat tersebut rata-rata diwarisi perempuan Desa Nata secara turun-temurun dari paling tidak dua generasi sebelumnya.

Menenun tembe nggoli merupakan aktivitas sampingan perempuan desa berpenduduk sekitar 3.000 jiwa itu di sela-sela bertani. Selama masa tanam atau panen, sulit menemukan kegiatan tersebut karena dipastikan hampir seluruh perempuan sibuk di sawah. Namun, di luar waktu itu, suasana desa akan hiruk-pikuk dengan suara alat tenun. "Tak! Tak! Tak!"

Sebelum ada benang pabrik, benang untuk sarung tenun itu dipintal dari kapas oleh para perempuan Mbojo. Pewarnaan juga masih menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan. Sarung dari bahan itu disebut tembe kafa na'e yang saat ini sangat sulit ditemui pembuatannya di Bima ataupun Dompu.

Sementara itu, tembe nggoli relatif lebih mudah dibuat. Bahannya adalah benang katun buatan pabrik yang sebelumnya dirangkai sesuai motif dan warna yang diinginkan dengan proses yang disebut ngane. Benang kemudian ditenun yang memakan waktu 3-5 hari hingga menjadi tembe nggoli.

Satu lembar tembe nggoli dijual kepada pengepul di desa seharga Rp 150.000. Dengan harga sebesar itu, setelah dikurangi modal, petenun mendapat keuntungan bersih Rp 75.000. Dalam kondisi sibuk, Suharti minimal bisa membuat empat lembar sarung dalam sebulan sehingga penghasilannya dari menenun paling tidak mencapai Rp 300.000.

"Kalau lagi tidak ada kerjaan lain, saya bisa membuat sepuluh lembar tembe nggoli sebulan. Memang penghasilannya tidak banyak, tapi lumayan untuk menambah pendapatan keluarga," kata Suharti.

Pengaruh Islam

Pengurus Majelis Adat Dana (tanah) Mbojo Ma'ruf Efendy menjelaskan, tembe secara tradisional dipakai sebagai pakaian sehari-hari masyarakat sejak Kerajaan Bima memeluk Islam pada tahun 1640 dan menjadi kesultanan. Namun, budaya tenun sudah dikenal masyarakat Bima jauh sebelum masa itu.

Tembe nggoli, lanjut Ma'ruf, adalah perubahan dari tembe kafa na'e yang secara bertahap sejak sekitar tahun 1965 ditinggalkan penenun karena dianggap tak praktis pembuatannya. "Tapi, alat dan teknik menenun tembe nggoli tetap sama dengan tembe kafa na'e hingga sekarang," ujarnya.

Begitu pula cara pemakaian yang tak berubah selama ratusan tahun. Untuk laki-laki, tembe nggoli dibelitkan di pinggang hingga menutupi lutut yang disebut katente.

Sementara itu, kaum perempuan menggunakan dua potong tembe nggoli, yakni potongan pertama dikenakan untuk menutupi bagian bawah tubuh dari pinggang hingga kaki, seperti sarung pada umumnya, yang disebut sanggentu. Adapun potongan kedua dililitkan menutupi kepala hingga hampir menyentuh lutut yang disebut rimpu.

Rimpu merupakan busana khas perempuan yang hanya bisa ditemukan di Bima dan Dompu. Cara pemakaiannya dibedakan dalam dua jenis, yakni untuk perempuan yang belum menikah dipakai menutupi seluruh kepala hingga hanya menyisakan bagian mata. Sementara untuk perempuan yang sudah menikah, bagian wajah dapat dibiarkan terbuka.

"Rimpu adalah pengaruh budaya Islam bagi perempuan untuk menutup aurat yang fungsinya seperti jilbab," kata Ma'ruf.

Naniek I Taufan dalam buku Warna-warni Tradisi Sasak Samawa Mbojo (2012) menyebutkan, selain berfungsi sebagai jilbab, rimpu juga menjadi pelindung dari perubahan cuaca yang kerap mengganggu atau dari pandangan langsung laki-laki yang bukan muhrim. Apalagi pada zaman dahulu, gadis Mbojo selalu dipingit.

Namun, seiring perkembangan zaman, rimpu sudah jarang dipakai lagi dan hanya bisa ditemukan di wilayah-wilayah pelosok daerah. Itu pun biasanya hanya dikenakan oleh generasi tua. "Sejak 10-15 tahun lalu, rimpu sudah tergantikan oleh jilbab modern," ujar Ma'ruf.

Bertahan

Meski begitu, pembuatan tembe nggoli seperti yang dilakukan di Desa Nata masih bisa bertahan. Aplikasi yang luas, di antaranya untuk keperluan sarung beribadah atau sarung sehari-hari, masih menghidupkan permintaan tembe nggoli. Bahkan, tembe nggoli juga kerap dikombinasikan dalam busana rok, selendang, atau baju perempuan.

Nur Aini (40), salah satu pengepul di Desa Nata, mengatakan dalam sebulan bisa menjual 100-200 potong tembe nggoli. Sarung dari desa itu dipasarkan ke Bima, Dompu, hingga Kabupaten Sumbawa. "Jarang ada stok yang menumpuk. Stok bahkan sulit diperoleh kalau sedang musim panen atau tanam," katanya.

Hal serupa juga terjadi di sentra produksi dan penjualan tembe nggoli di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Hajrah (50), pemilik usaha itu, mengatakan bisa menjual 70-100 potong tembe nggoli setiap bulan dengan omzet berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta.

Pemerintah daerah setempat pun berupaya membangkitkan kegairahan memakai busana tradisional berbasis tembe nggoli. Salah satunya dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu saat menggelar pawai budaya kolosal yang diikuti lebih dari 13.000 perempuan yang memakai rimpu pada 1 April lalu.

Pawai itu merupakan rangkaian acara Tambora Menyapa Dunia dalam rangka memperingati dua abad letusan Gunung Tambora yang terletak di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima. Seperti halnya Gunung Tambora, tembe pun tak terpisahkan dari tanah Mbojo.

* Mohamad Final Daeng

Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur Daerah

PHYLOPOP.com - Upaya pengembangan kompetensi aparatur Kemendagri dan Pemda dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan Diklat (AKD) sehingga menghasilkan berbagai jenis Diklat yang berbasis pada kompetensi sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Diklat Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kemendagri dan Pemda.

Berdasarkan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi bagi aparatur di lingkungan Kemendagri dan Pemda, setidaknya terdapat lima jenis Diklat yang menjadi fokus pengembangan SDM aparatur ke depan.

Diklat Teknis

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi teknis di bidang pemerintahan umum, otonomi daerah, keuangan daerah, kesatuan bangsa dan politik, pengembangan daerah, pembangunan masyarakat dan desa, kependudukan dan pencatatan sipil, serta bidang kesekretariatan.

Profesionalisme Diklat

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi di bidang penyelenggaraan Diklat, dan memperkuat kompetensi ajar pejabat fungsional Widyaiswara. Berbagai pelatihan yang diberikan adalah Management of Trainer, Training of Course, Training of Trainer, dan Training of Facilitator.

Diklat Struktural

Ditujukan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar ASN bagi CPNS dan memperkuat kompetensi manajerial bagi pejabat struktural. Berbagai Diklat yang dilakukan adalah Diklat Prajabatan Golongan I, II, dan II, Diklatpim Tk. IV, Diklatpim Tk. III, Diklatpim Tk. II, dan Diklatpim Tk. I.

Diklat Fungsional

Ditujukan untuk mencetak dan memperkuat kompetensi pejabat fungsional binaan Kemendagri dan binaan non Kemendagri. Diklat binaan Kemendagri berupa Diklat P2UPD, Damkar, Satpol PP, Pelatih PMD dll. Sedangkan Diklat luar Kemendagri berupa:

1.    Diklat Calon Widyaiswara, Penjenjangan, dan Analisis Kebijakan (LAN-RI)
2.    Diklat Peneliti (LIPI)
3.    Diklat Perekayasa (BPPT)
4.    Diklat Pustakawan (Perpusnas)
5.    Diklat Arsiparis (ANRI)
6.    Diklat Persandian Negara (LSN)
7.    Diklat Intelegen (Kesangpol dan Kepolisian)

Diklat Pimpinan Daerah

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi para pimpinan daerah, berupa OKPPD, Orientasi DPRD, Pendadaran DPRD, Diklat Camat/Calon Camat, Diklat Lurah, Diklat Sekdes dll.

Menindaklanjuti UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan UU No. 23 tentang Pemda, setidaknya terdapat 10 jabatan fungsional baru binaan Kemendagri yang menjadi prioritas, yakni:

1.   Jabatan Fungsional Pendaftaran Penduduk
2.   Jabatan Fungsional Pencatatan Sipil
3.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Keuangan Daerah
4.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Keuangan Daerah
5.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Barang Milik Daerah
6.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Barang Milik Daerah
7.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
8.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
9.   Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran (Firefighter)
10.Jabatan Fungsional Analis Kebakaran (Fire Analysts)


Jakarta, 03 Mei 2015

Penulis
Zainudin
Widyaiswara Muda Kementerian Dalam Negeri

Penampakan Lintasan Kereta Api Pasar Minggu di Malam Hari

PHYLOPOP.com - Pasca "sapu bersih" biang kemacetan di sejumlah titik oleh Pemerintah DKI Jakarta, tampaknya pekerjaan rumah Ibu Kota belumlah usai. Kemacetan mengular masih menjadi kendala utama untuk menertibkan perjalanan pengendara. Salah satunya adalah bisa Phylovers amati jika melewati Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Phylopop berhasil memotret moment kemacetan di kawasan Pasar Minggu.

Biang kemacetan ini tiada lain karena di sana terdapat lintasan rel kereta api. Di jam sibuk seperti pagi dan sore hingga malam, padatnya aktivitas warga yang keluar masuk Jakarta membuat perlintasan kereta api menjadi salah satu titik kemacetan.

Kondisinya tampak seperti foto-foto berikut.









Kini, Giliran Jokowi Numpang di Roda Pesawat Jakarta - Pekanbaru

Mario dan Jokowi
PHYLOPOP.com - Sebuah tulisan satire Phylopop dapatkan di website merdeka.com. Karya seorang penulis lepas yang mengaku bernama Gus Mul ini lebih bersifat kritik atas sosok Jokowi yang diidolakan Mario karena aksi nekatnya yang menghebohkan dengan menumpang di roda pesawat jurusan Pekanbaru - Jakarta. Alur ceritanya santai dan mengalir.

Semula tulisannya berjudul "Menunggu Jokowi masuk roda pesawat demi Mario si 'Commando'", namun agar lebih horor dari judul aslinya Phylopop mengantinya dengan judul baru "Kini, Giliran Jokowi Numpang di Roda Pesawat Jakarta - Pekanbaru".

Phylovers penasaran seperti apa gaya tulisannya. Simak tulisannya berikut ini.

Dear Mas Mario Steven Ambarita,

Eh, saya harus panggil mas Mario, atau Mario saja ya? Soalnya saya lebih tua dari sampeyan je mas...Etapi saya panggil "Mas Mario" aja deh, biar lebih sopan.

Mas Mario,... (tolong jangan dijawab: "sahabat saya yang super!")

Saya begitu tersentak begitu membaca berita di merdeka.com tentang aksi mas yang nekat menyusup ke roda pesawat Garuda GA 177 tujuan Pekanbaru Jakarta dengan cara melompati pagar Bandara Pekanbaru, Riau sesaat sebelum pesawat lepas landas.

Lebih tersentak lagi tatkala mengetahui kalau mas akhirnya bisa selamat sampai tujuan (Jakarta). Yah, kendatipun dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan: Tubuh membiru dan telinga banyak mengeluarkan darah.

Sungguh sebuah aksi yang sangat dan berani. Aksi yang mungkin akan membuat seorang Limbad pun akan berfikir seribu kali untuk melakukannya. Aduuuh, pucing pala Limbad.

Mas Mario, Dulu saya pernah begitu takjub dengan keberanian para bonek yang berani ndompleng di atas kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi demi untuk menonton Persebaya berlaga.

Sebuah keberanian berbalut militansi yang sangat luar biasa. Namun begitu mengetahui aksi mas Mario, keberanian para bonek tadi jadi terlihat berkurang cukup banyak di mata saya. Ternyata memang benar apa kata pepatah, di atas langit, masih ada langit. Di atas Bonek, masih ada yang lebih Bonek.

Aksi sampeyan benar-benar membuat heboh jagat penerbangan.

Mas Mario, aksi sampeyan mengingatkan saya pada sebuah film lawas berjudul Commando, Di film besutan tahun 1985 yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger (yang berperan sebagai John Matrix) itu, ada adegan yang hampir serupa dengan aksi yang sampeyan lakukan. Yakni adegan saat si John Matrix ndompleng di roda pesawat terbang.

Tapi aksi tersebut jelas tidak ada seupil-upilnya jika dibandingkan dengan aksi sampeyan, mas. Karena adegan si John Matrix itu hanya adegan dalam film, bukan adegan nyata. Lagipula, di film tersebut, si John Matrix tidak ndompleng sampai Jakarta, melainkan cuma sampai ujung bandara, untuk kemudian lompat ke rawa-rawa.

Saya jadi berfikir, mungkin sampeyan lah yang lebih pantas menyandang nama Schwarzenegger, bukan si Arnold itu. Keren lho mas, coba bayangkan, nama sampeyan berubah jadi Mario Schwarzenegger, sangat barat dan sangat 'Commando'. Ehhm

Mas Mario...

Bagi saya, aksi mas bukanlah sekadar aksi random yang sembarangan seperti kata banyak orang. Karena sebelumnya, Mas Mario telah mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan sampeyan sempat selama 10 hari mengamati Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan mancari tahu bagaimana cara untuk bisa menyusup. Sampeyan juga dengan teliti dan cermat memperhitungkan jeda taxying pesawat selama 5 menit di ujung landasan bandara.

Sungguh aksi yang cerdas, nekat, militan, dan.... Sableng.

Aksi yang jelas membuat publik terheran-heran, tak terkecuali saya. Gimana ndak heran. Saat banyak orang mengeluh tentang Jakarta yang berisik, macet, banjir, dan semrawut. Sampeyan malah mempertaruhkan nyawa berangkat ke Jakarta.

Well, pada akhirnya, keheranan saya akan aksi mas akhirnya terjawab. Sampeyan rela berangkat ke Jakarta dengan toh nyowo - alias bertaruh nyawa - ternyata demi menemui seseorang yang katanya sangat-sangat sampeyan idolakan. Dan seseorang itu ternyata adalah... Jokowi., ya Jokowi... Presiden yang sangat sampeyan kagumi.

Entah benar apa tidak, tapi begitulah alasan yang sampeyan kemukaan saat ditanya oleh para wartawan terkait motivasi sampeyan melakukan aksi yang bikin kuduk berdiri itu. (Btw, kenapa harus Jokowi sih mas?).

Well, Saya tak perlu keheranan dua kali. Karena saya tahu bagaimana rasanya mengidolakan seorang tokoh.

Adalah Freddie Mercury, si vokalis Queen, manusia yang bisa membuat saya menjatuhkan pilihan untuk mengidolakannya. Alasannya simpel: Dia mrongos dan luar biasa. Sebagai salah satu duta pria mrongos Indonesia, saya merasa harus mengidolakan tokoh yang juga mrongos tapi mempunyai prestasi yang sensasional.

Dan Freddie Mercury adalah jawabanya. Sebenarnya, Luiz Suarez juga masuk kriteria, tapi sayang, dia bukan pemain MU, jadi saya terpaksa mencoretnya dari daftar. Tapi tenang, Diding Boneng tetap masuk list kok.

Rasa cinta saya pada Freddie Mercury membuat saya sering menirukan gayanya saat tampil di panggung. Saya sering secara spontan menirukan gaya berjalannya sambil membopong stan mic, dengan langkah yang dibuat sedemikian manja, kadang berlari-lari kecil, kadang merenggangkan kaki sambil mengepalkan tangan di atas. Dan itu sering saya lakukan di hadapan kawan-kawan saya.

Saya bahkan tak canggung melakukan aksi tersebut di hadapan guru ngaji saya, beliau bahkan sampai berseloroh "wooo, dasar cah gendeng!"

Gara-gara Freddie pula, saya sering berniat memanjangkan kumis (kebetulan, Freddie punya kumis tebal), walau banyak kawan-kawan saya yang sudah memperingatkan, bahwa wajah saya tak akan lebih mendingan dengan bantuan kumis tebal di bawah hidung saya.

Yah, mungkin ini yang namanya nalar mati karena idola.

Seandainya Freddie Mercury masih hidup dan sekarang tinggal di Jakarta, saya mungkin tak akan berfikir dua kali untuk menemuinya. Tapi jelas bukan dengan ndompleng roda pesawat seperti yang mas lakukan. Saya tak mau badan saya membiru. Sudah pendek, biru lagi. Saya takut nanti orang-orang bakal menyamakan saya dengan galon air isi ulang.

Tapi mas Mario, bagaimanapun, saya tetap salut dengan tekat dan keberanian sampeyan untuk ndompleng di pesawat dengan mempertaruhkan nyawa sampeyan. Namun saya berharap, jika kelak, di kemudian hari, sampeyan ingin melancarkan aksi yang lebih ekstrem dan lebih 'Arnold' lagi, tolong jangan lakukan aksi tersebut demi Jokowi.

Lakukanlah demi Raisa, Chelsea Islan, atau minimal salah satu personel JKT48.

Karena saya yakin, Jokowi mungkin tidak akan peduli dengan aksi sampeyan. Sekarang ini, beliau sedang sibuk 'mengurus' negara dan juga sibuk ke sana ke sini demi persiapan hajatan nikahan anaknya.

Saya ndak ingin mas makan ati. Masak, sudah jauh-jauh menggantung di pesawat, eh, masih ditambah digantungin sama Jokowi. Kan nyesek mas. #DiaMahGituOrangnya.

Ya sudah mas. Segini saja. Saya ndak mau menambah beban mas Mario lewat surat terbuka yang sangat tidak jelas ini.

Semoga mas Mario senantiasa diberikan kesehatan, dan lolos dari hukuman. Dan semoga, kelak, Pak Jokowi berkenan untuk memberikan balasan atas aksi mas.

Iyaaaa, Saya pengin banget melihat Pak Jokowi ndompleng roda pesawat dari Jakarta sampai ke Pekanbaru untuk bertemu mas Mario.

*Penulis adalah blogger asal Magelang, Jawa Tengah. Baru saja mengeluarkan buku kedua, Bergumul Dengan Gus Mul. Cita-citanya sementara ini mendapat istri yang setia.

Renungan Tentang Kain Kafan


PHYLOPOP.com - Kafan itu tak bersaku. Kita tak bisa masukkan uang serupiahpun untuk perbekalan, karena ketika meninggal nanti, Allah tak melihat berapa banyak harta kita. Ia hanya melihat apa yang pernah kita beri.

Kafan itu tak berwarna warni. Tak dapat kita fashion-kan ketika kelak tubuh kita terbujur kaku tanpa ada daya dan upaya, karena ketika meninggal nanti, Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawi kita. Yang kita kenakan tetap kain putih dan murah.

Kafan itu tak memiliki tutorial. Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan, karena ketika meninggal nanti, Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya. Pada akhirnya, pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama, tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

Kain kafan itu putih warnanya. Seperti harapan kita semua, semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa Aamiin. Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah Allah Azza Wa Jalla.

Kain kafan itu sama bagi semua manusia. Sama harganya, sama warnanya, sama cara pemakaiannya. Tak bisa kita selipkan apa-apa di dalamnya. Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

Lalu...
Masih adakah rasa sok, sombong, angkuh dan bangga/top dalam diri kita. Menganggap kita lebih mulia, hebat, menang, baik dan benar dari pada orang lain.

Astaghfirullaahal 'adziim..!

Untuk renungan kita semua. Semoga bermanfaat.

Renungan Tentang Rizki dan Mensukuri Nikmat Allah

PHYLOPOP.com - Barangkali Phylovers tak mengetahui dengan pasti di mana rizqi berada. Tapi rizqi tahu di mana Phylovers berada. Dari langit, laut, gunung, dan lembah, Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqi setiap anak adam. Maka melalaikan keta'atan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda.

Tugas manusia bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" dan "Untuk Apa" atas tiap karunia-Nya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, namun dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru, jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan-Nya.

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan ta'at dan berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah menaruh sekehendak-Nya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa. Tetapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya. Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan untuk disyukuri hamba yang bertaqwa. Datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal. Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi, yang terpenting setiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia. Jaga sikap saat menjemputnya dan jawab soalan-Nya, "Buat apa?".

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, namun lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di 'adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata untuk bantu sesama: lupa bahwa ibadah apapun semata atas pertolongan-Nya.

Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim": petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat, ikhlas di dunia dan nikmat ridha-Nya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah. Hanya dengan nikmat-Nya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.

Dapatkan

 

| Terima Jasa | Pembuatan Blog | Desain Blog | Pelatihan Blog | Beli Domain | Konsultasi Gratis |