Hari
Berlangganan melalui Email
Berlanganan
Ikuti saya di facebook
Facebook
Ikuti saya di twitter
Twitter
Advertise | Hubungi Saya | Buku Tamu | About us | Kegiatan | Peta Situs
ALEXA RANK
PER TAHUN
TRANSLATE
IKUTI
Headline
1 2 3 4 5 6

Melestarikan Tradisi Tembe Nggoli dan Rimpu Mbojo Bima-Dompu

PHYLOPOP.com - "Tak! Tak! Tak!" Bunyi nyaring kayu yang saling beradu sesekali pecah dari balai di halaman sebuah rumah panggung di tengah desa yang sunyi. Suharti (31), penyebab bunyi itu, sedang telaten melestarikan tradisi yang telah dihidupi puluhan generasi perempuan Mbojo sebelum dirinya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Suharti sedang membuat sarung tenun yang disebut tembe dalam bahasa Mbojo, suku asli masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Huruf e dalam tembe dilafalkan seperti pada kata tempe.

Siang itu, Minggu (5/4/2015), Suharti sedang menenun tembe nggoli yang bermotif khas kotak-kotak dengan paduan dua hingga lima warna cerah. Desa Nata di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, tempat tinggal Suharti, adalah salah satu desa yang mayoritas warga perempuannya masih menekuni tradisi menenun sarung jenis ini.

"Perempuan di sini sudah terbiasa menenun dari kecil. Setiap rumah pasti punya alat tenun," katanya. Alat tenun dimaksud adalah alat tenun tradisional gedogan yang pengoperasionalannya dengan cara dipangku oleh si petenun yang duduk selonjor. Alat tersebut rata-rata diwarisi perempuan Desa Nata secara turun-temurun dari paling tidak dua generasi sebelumnya.

Menenun tembe nggoli merupakan aktivitas sampingan perempuan desa berpenduduk sekitar 3.000 jiwa itu di sela-sela bertani. Selama masa tanam atau panen, sulit menemukan kegiatan tersebut karena dipastikan hampir seluruh perempuan sibuk di sawah. Namun, di luar waktu itu, suasana desa akan hiruk-pikuk dengan suara alat tenun. "Tak! Tak! Tak!"

Sebelum ada benang pabrik, benang untuk sarung tenun itu dipintal dari kapas oleh para perempuan Mbojo. Pewarnaan juga masih menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan. Sarung dari bahan itu disebut tembe kafa na'e yang saat ini sangat sulit ditemui pembuatannya di Bima ataupun Dompu.

Sementara itu, tembe nggoli relatif lebih mudah dibuat. Bahannya adalah benang katun buatan pabrik yang sebelumnya dirangkai sesuai motif dan warna yang diinginkan dengan proses yang disebut ngane. Benang kemudian ditenun yang memakan waktu 3-5 hari hingga menjadi tembe nggoli.

Satu lembar tembe nggoli dijual kepada pengepul di desa seharga Rp 150.000. Dengan harga sebesar itu, setelah dikurangi modal, petenun mendapat keuntungan bersih Rp 75.000. Dalam kondisi sibuk, Suharti minimal bisa membuat empat lembar sarung dalam sebulan sehingga penghasilannya dari menenun paling tidak mencapai Rp 300.000.

"Kalau lagi tidak ada kerjaan lain, saya bisa membuat sepuluh lembar tembe nggoli sebulan. Memang penghasilannya tidak banyak, tapi lumayan untuk menambah pendapatan keluarga," kata Suharti.

Pengaruh Islam

Pengurus Majelis Adat Dana (tanah) Mbojo Ma'ruf Efendy menjelaskan, tembe secara tradisional dipakai sebagai pakaian sehari-hari masyarakat sejak Kerajaan Bima memeluk Islam pada tahun 1640 dan menjadi kesultanan. Namun, budaya tenun sudah dikenal masyarakat Bima jauh sebelum masa itu.

Tembe nggoli, lanjut Ma'ruf, adalah perubahan dari tembe kafa na'e yang secara bertahap sejak sekitar tahun 1965 ditinggalkan penenun karena dianggap tak praktis pembuatannya. "Tapi, alat dan teknik menenun tembe nggoli tetap sama dengan tembe kafa na'e hingga sekarang," ujarnya.

Begitu pula cara pemakaian yang tak berubah selama ratusan tahun. Untuk laki-laki, tembe nggoli dibelitkan di pinggang hingga menutupi lutut yang disebut katente.

Sementara itu, kaum perempuan menggunakan dua potong tembe nggoli, yakni potongan pertama dikenakan untuk menutupi bagian bawah tubuh dari pinggang hingga kaki, seperti sarung pada umumnya, yang disebut sanggentu. Adapun potongan kedua dililitkan menutupi kepala hingga hampir menyentuh lutut yang disebut rimpu.

Rimpu merupakan busana khas perempuan yang hanya bisa ditemukan di Bima dan Dompu. Cara pemakaiannya dibedakan dalam dua jenis, yakni untuk perempuan yang belum menikah dipakai menutupi seluruh kepala hingga hanya menyisakan bagian mata. Sementara untuk perempuan yang sudah menikah, bagian wajah dapat dibiarkan terbuka.

"Rimpu adalah pengaruh budaya Islam bagi perempuan untuk menutup aurat yang fungsinya seperti jilbab," kata Ma'ruf.

Naniek I Taufan dalam buku Warna-warni Tradisi Sasak Samawa Mbojo (2012) menyebutkan, selain berfungsi sebagai jilbab, rimpu juga menjadi pelindung dari perubahan cuaca yang kerap mengganggu atau dari pandangan langsung laki-laki yang bukan muhrim. Apalagi pada zaman dahulu, gadis Mbojo selalu dipingit.

Namun, seiring perkembangan zaman, rimpu sudah jarang dipakai lagi dan hanya bisa ditemukan di wilayah-wilayah pelosok daerah. Itu pun biasanya hanya dikenakan oleh generasi tua. "Sejak 10-15 tahun lalu, rimpu sudah tergantikan oleh jilbab modern," ujar Ma'ruf.

Bertahan

Meski begitu, pembuatan tembe nggoli seperti yang dilakukan di Desa Nata masih bisa bertahan. Aplikasi yang luas, di antaranya untuk keperluan sarung beribadah atau sarung sehari-hari, masih menghidupkan permintaan tembe nggoli. Bahkan, tembe nggoli juga kerap dikombinasikan dalam busana rok, selendang, atau baju perempuan.

Nur Aini (40), salah satu pengepul di Desa Nata, mengatakan dalam sebulan bisa menjual 100-200 potong tembe nggoli. Sarung dari desa itu dipasarkan ke Bima, Dompu, hingga Kabupaten Sumbawa. "Jarang ada stok yang menumpuk. Stok bahkan sulit diperoleh kalau sedang musim panen atau tanam," katanya.

Hal serupa juga terjadi di sentra produksi dan penjualan tembe nggoli di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Hajrah (50), pemilik usaha itu, mengatakan bisa menjual 70-100 potong tembe nggoli setiap bulan dengan omzet berkisar Rp 15 juta-Rp 20 juta.

Pemerintah daerah setempat pun berupaya membangkitkan kegairahan memakai busana tradisional berbasis tembe nggoli. Salah satunya dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu saat menggelar pawai budaya kolosal yang diikuti lebih dari 13.000 perempuan yang memakai rimpu pada 1 April lalu.

Pawai itu merupakan rangkaian acara Tambora Menyapa Dunia dalam rangka memperingati dua abad letusan Gunung Tambora yang terletak di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima. Seperti halnya Gunung Tambora, tembe pun tak terpisahkan dari tanah Mbojo.

* Mohamad Final Daeng

Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi SDM Aparatur Daerah

PHYLOPOP.com - Upaya pengembangan kompetensi aparatur Kemendagri dan Pemda dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan Diklat (AKD) sehingga menghasilkan berbagai jenis Diklat yang berbasis pada kompetensi sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Diklat Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kemendagri dan Pemda.

Berdasarkan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi bagi aparatur di lingkungan Kemendagri dan Pemda, setidaknya terdapat lima jenis Diklat yang menjadi fokus pengembangan SDM aparatur ke depan.

Diklat Teknis

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi teknis di bidang pemerintahan umum, otonomi daerah, keuangan daerah, kesatuan bangsa dan politik, pengembangan daerah, pembangunan masyarakat dan desa, kependudukan dan pencatatan sipil, serta bidang kesekretariatan.

Profesionalisme Diklat

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi di bidang penyelenggaraan Diklat, dan memperkuat kompetensi ajar pejabat fungsional Widyaiswara. Berbagai pelatihan yang diberikan adalah Management of Trainer, Training of Course, Training of Trainer, dan Training of Facilitator.

Diklat Struktural

Ditujukan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar ASN bagi CPNS dan memperkuat kompetensi manajerial bagi pejabat struktural. Berbagai Diklat yang dilakukan adalah Diklat Prajabatan Golongan I, II, dan II, Diklatpim Tk. IV, Diklatpim Tk. III, Diklatpim Tk. II, dan Diklatpim Tk. I.

Diklat Fungsional

Ditujukan untuk mencetak dan memperkuat kompetensi pejabat fungsional binaan Kemendagri dan binaan non Kemendagri. Diklat binaan Kemendagri berupa Diklat P2UPD, Damkar, Satpol PP, Pelatih PMD dll. Sedangkan Diklat luar Kemendagri berupa:

1.    Diklat Calon Widyaiswara, Penjenjangan, dan Analisis Kebijakan (LAN-RI)
2.    Diklat Peneliti (LIPI)
3.    Diklat Perekayasa (BPPT)
4.    Diklat Pustakawan (Perpusnas)
5.    Diklat Arsiparis (ANRI)
6.    Diklat Persandian Negara (LSN)
7.    Diklat Intelegen (Kesangpol dan Kepolisian)

Diklat Pimpinan Daerah

Ditujukan untuk memperkuat kompetensi para pimpinan daerah, berupa OKPPD, Orientasi DPRD, Pendadaran DPRD, Diklat Camat/Calon Camat, Diklat Lurah, Diklat Sekdes dll.

Menindaklanjuti UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan UU No. 23 tentang Pemda, setidaknya terdapat 10 jabatan fungsional baru binaan Kemendagri yang menjadi prioritas, yakni:

1.   Jabatan Fungsional Pendaftaran Penduduk
2.   Jabatan Fungsional Pencatatan Sipil
3.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Keuangan Daerah
4.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Keuangan Daerah
5.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Barang Milik Daerah
6.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Barang Milik Daerah
7.   Jabatan Fungsional Keterampilan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
8.   Jabatan Fungsional Keahlian Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
9.   Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran (Firefighter)
10.Jabatan Fungsional Analis Kebakaran (Fire Analysts)


Jakarta, 03 Mei 2015

Penulis
Zainudin
Widyaiswara Muda Kementerian Dalam Negeri

Penampakan Lintasan Kereta Api Pasar Minggu di Malam Hari

PHYLOPOP.com - Pasca "sapu bersih" biang kemacetan di sejumlah titik oleh Pemerintah DKI Jakarta, tampaknya pekerjaan rumah Ibu Kota belumlah usai. Kemacetan mengular masih menjadi kendala utama untuk menertibkan perjalanan pengendara. Salah satunya adalah bisa Phylovers amati jika melewati Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Phylopop berhasil memotret moment kemacetan di kawasan Pasar Minggu.

Biang kemacetan ini tiada lain karena di sana terdapat lintasan rel kereta api. Di jam sibuk seperti pagi dan sore hingga malam, padatnya aktivitas warga yang keluar masuk Jakarta membuat perlintasan kereta api menjadi salah satu titik kemacetan.

Kondisinya tampak seperti foto-foto berikut.









Kini, Giliran Jokowi Numpang di Roda Pesawat Jakarta - Pekanbaru

Mario dan Jokowi
PHYLOPOP.com - Sebuah tulisan satire Phylopop dapatkan di website merdeka.com. Karya seorang penulis lepas yang mengaku bernama Gus Mul ini lebih bersifat kritik atas sosok Jokowi yang diidolakan Mario karena aksi nekatnya yang menghebohkan dengan menumpang di roda pesawat jurusan Pekanbaru - Jakarta. Alur ceritanya santai dan mengalir.

Semula tulisannya berjudul "Menunggu Jokowi masuk roda pesawat demi Mario si 'Commando'", namun agar lebih horor dari judul aslinya Phylopop mengantinya dengan judul baru "Kini, Giliran Jokowi Numpang di Roda Pesawat Jakarta - Pekanbaru".

Phylovers penasaran seperti apa gaya tulisannya. Simak tulisannya berikut ini.

Dear Mas Mario Steven Ambarita,

Eh, saya harus panggil mas Mario, atau Mario saja ya? Soalnya saya lebih tua dari sampeyan je mas...Etapi saya panggil "Mas Mario" aja deh, biar lebih sopan.

Mas Mario,... (tolong jangan dijawab: "sahabat saya yang super!")

Saya begitu tersentak begitu membaca berita di merdeka.com tentang aksi mas yang nekat menyusup ke roda pesawat Garuda GA 177 tujuan Pekanbaru Jakarta dengan cara melompati pagar Bandara Pekanbaru, Riau sesaat sebelum pesawat lepas landas.

Lebih tersentak lagi tatkala mengetahui kalau mas akhirnya bisa selamat sampai tujuan (Jakarta). Yah, kendatipun dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan: Tubuh membiru dan telinga banyak mengeluarkan darah.

Sungguh sebuah aksi yang sangat dan berani. Aksi yang mungkin akan membuat seorang Limbad pun akan berfikir seribu kali untuk melakukannya. Aduuuh, pucing pala Limbad.

Mas Mario, Dulu saya pernah begitu takjub dengan keberanian para bonek yang berani ndompleng di atas kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi demi untuk menonton Persebaya berlaga.

Sebuah keberanian berbalut militansi yang sangat luar biasa. Namun begitu mengetahui aksi mas Mario, keberanian para bonek tadi jadi terlihat berkurang cukup banyak di mata saya. Ternyata memang benar apa kata pepatah, di atas langit, masih ada langit. Di atas Bonek, masih ada yang lebih Bonek.

Aksi sampeyan benar-benar membuat heboh jagat penerbangan.

Mas Mario, aksi sampeyan mengingatkan saya pada sebuah film lawas berjudul Commando, Di film besutan tahun 1985 yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger (yang berperan sebagai John Matrix) itu, ada adegan yang hampir serupa dengan aksi yang sampeyan lakukan. Yakni adegan saat si John Matrix ndompleng di roda pesawat terbang.

Tapi aksi tersebut jelas tidak ada seupil-upilnya jika dibandingkan dengan aksi sampeyan, mas. Karena adegan si John Matrix itu hanya adegan dalam film, bukan adegan nyata. Lagipula, di film tersebut, si John Matrix tidak ndompleng sampai Jakarta, melainkan cuma sampai ujung bandara, untuk kemudian lompat ke rawa-rawa.

Saya jadi berfikir, mungkin sampeyan lah yang lebih pantas menyandang nama Schwarzenegger, bukan si Arnold itu. Keren lho mas, coba bayangkan, nama sampeyan berubah jadi Mario Schwarzenegger, sangat barat dan sangat 'Commando'. Ehhm

Mas Mario...

Bagi saya, aksi mas bukanlah sekadar aksi random yang sembarangan seperti kata banyak orang. Karena sebelumnya, Mas Mario telah mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan sampeyan sempat selama 10 hari mengamati Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan mancari tahu bagaimana cara untuk bisa menyusup. Sampeyan juga dengan teliti dan cermat memperhitungkan jeda taxying pesawat selama 5 menit di ujung landasan bandara.

Sungguh aksi yang cerdas, nekat, militan, dan.... Sableng.

Aksi yang jelas membuat publik terheran-heran, tak terkecuali saya. Gimana ndak heran. Saat banyak orang mengeluh tentang Jakarta yang berisik, macet, banjir, dan semrawut. Sampeyan malah mempertaruhkan nyawa berangkat ke Jakarta.

Well, pada akhirnya, keheranan saya akan aksi mas akhirnya terjawab. Sampeyan rela berangkat ke Jakarta dengan toh nyowo - alias bertaruh nyawa - ternyata demi menemui seseorang yang katanya sangat-sangat sampeyan idolakan. Dan seseorang itu ternyata adalah... Jokowi., ya Jokowi... Presiden yang sangat sampeyan kagumi.

Entah benar apa tidak, tapi begitulah alasan yang sampeyan kemukaan saat ditanya oleh para wartawan terkait motivasi sampeyan melakukan aksi yang bikin kuduk berdiri itu. (Btw, kenapa harus Jokowi sih mas?).

Well, Saya tak perlu keheranan dua kali. Karena saya tahu bagaimana rasanya mengidolakan seorang tokoh.

Adalah Freddie Mercury, si vokalis Queen, manusia yang bisa membuat saya menjatuhkan pilihan untuk mengidolakannya. Alasannya simpel: Dia mrongos dan luar biasa. Sebagai salah satu duta pria mrongos Indonesia, saya merasa harus mengidolakan tokoh yang juga mrongos tapi mempunyai prestasi yang sensasional.

Dan Freddie Mercury adalah jawabanya. Sebenarnya, Luiz Suarez juga masuk kriteria, tapi sayang, dia bukan pemain MU, jadi saya terpaksa mencoretnya dari daftar. Tapi tenang, Diding Boneng tetap masuk list kok.

Rasa cinta saya pada Freddie Mercury membuat saya sering menirukan gayanya saat tampil di panggung. Saya sering secara spontan menirukan gaya berjalannya sambil membopong stan mic, dengan langkah yang dibuat sedemikian manja, kadang berlari-lari kecil, kadang merenggangkan kaki sambil mengepalkan tangan di atas. Dan itu sering saya lakukan di hadapan kawan-kawan saya.

Saya bahkan tak canggung melakukan aksi tersebut di hadapan guru ngaji saya, beliau bahkan sampai berseloroh "wooo, dasar cah gendeng!"

Gara-gara Freddie pula, saya sering berniat memanjangkan kumis (kebetulan, Freddie punya kumis tebal), walau banyak kawan-kawan saya yang sudah memperingatkan, bahwa wajah saya tak akan lebih mendingan dengan bantuan kumis tebal di bawah hidung saya.

Yah, mungkin ini yang namanya nalar mati karena idola.

Seandainya Freddie Mercury masih hidup dan sekarang tinggal di Jakarta, saya mungkin tak akan berfikir dua kali untuk menemuinya. Tapi jelas bukan dengan ndompleng roda pesawat seperti yang mas lakukan. Saya tak mau badan saya membiru. Sudah pendek, biru lagi. Saya takut nanti orang-orang bakal menyamakan saya dengan galon air isi ulang.

Tapi mas Mario, bagaimanapun, saya tetap salut dengan tekat dan keberanian sampeyan untuk ndompleng di pesawat dengan mempertaruhkan nyawa sampeyan. Namun saya berharap, jika kelak, di kemudian hari, sampeyan ingin melancarkan aksi yang lebih ekstrem dan lebih 'Arnold' lagi, tolong jangan lakukan aksi tersebut demi Jokowi.

Lakukanlah demi Raisa, Chelsea Islan, atau minimal salah satu personel JKT48.

Karena saya yakin, Jokowi mungkin tidak akan peduli dengan aksi sampeyan. Sekarang ini, beliau sedang sibuk 'mengurus' negara dan juga sibuk ke sana ke sini demi persiapan hajatan nikahan anaknya.

Saya ndak ingin mas makan ati. Masak, sudah jauh-jauh menggantung di pesawat, eh, masih ditambah digantungin sama Jokowi. Kan nyesek mas. #DiaMahGituOrangnya.

Ya sudah mas. Segini saja. Saya ndak mau menambah beban mas Mario lewat surat terbuka yang sangat tidak jelas ini.

Semoga mas Mario senantiasa diberikan kesehatan, dan lolos dari hukuman. Dan semoga, kelak, Pak Jokowi berkenan untuk memberikan balasan atas aksi mas.

Iyaaaa, Saya pengin banget melihat Pak Jokowi ndompleng roda pesawat dari Jakarta sampai ke Pekanbaru untuk bertemu mas Mario.

*Penulis adalah blogger asal Magelang, Jawa Tengah. Baru saja mengeluarkan buku kedua, Bergumul Dengan Gus Mul. Cita-citanya sementara ini mendapat istri yang setia.

Renungan Tentang Kain Kafan


PHYLOPOP.com - Kafan itu tak bersaku. Kita tak bisa masukkan uang serupiahpun untuk perbekalan, karena ketika meninggal nanti, Allah tak melihat berapa banyak harta kita. Ia hanya melihat apa yang pernah kita beri.

Kafan itu tak berwarna warni. Tak dapat kita fashion-kan ketika kelak tubuh kita terbujur kaku tanpa ada daya dan upaya, karena ketika meninggal nanti, Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawi kita. Yang kita kenakan tetap kain putih dan murah.

Kafan itu tak memiliki tutorial. Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan, karena ketika meninggal nanti, Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya. Pada akhirnya, pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama, tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

Kain kafan itu putih warnanya. Seperti harapan kita semua, semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa Aamiin. Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah Allah Azza Wa Jalla.

Kain kafan itu sama bagi semua manusia. Sama harganya, sama warnanya, sama cara pemakaiannya. Tak bisa kita selipkan apa-apa di dalamnya. Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

Lalu...
Masih adakah rasa sok, sombong, angkuh dan bangga/top dalam diri kita. Menganggap kita lebih mulia, hebat, menang, baik dan benar dari pada orang lain.

Astaghfirullaahal 'adziim..!

Untuk renungan kita semua. Semoga bermanfaat.

Renungan Tentang Rizki dan Mensukuri Nikmat Allah

PHYLOPOP.com - Barangkali Phylovers tak mengetahui dengan pasti di mana rizqi berada. Tapi rizqi tahu di mana Phylovers berada. Dari langit, laut, gunung, dan lembah, Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqi setiap anak adam. Maka melalaikan keta'atan pada-Nya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda.

Tugas manusia bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" dan "Untuk Apa" atas tiap karunia-Nya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, namun dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru, jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusan-Nya.

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan ta'at dan berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah menaruh sekehendak-Nya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa. Tetapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya. Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan untuk disyukuri hamba yang bertaqwa. Datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal. Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi, yang terpenting setiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia. Jaga sikap saat menjemputnya dan jawab soalan-Nya, "Buat apa?".

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, namun lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di 'adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata untuk bantu sesama: lupa bahwa ibadah apapun semata atas pertolongan-Nya.

Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim": petunjuk ke jalan orang yang diberi nikmat, ikhlas di dunia dan nikmat ridha-Nya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah. Hanya dengan nikmat-Nya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.

Macam-Macam Ibu Yang Harus Kita Jaga dan Hormati

PHYLOPOP.com - Ada 6 ibu yang harus kita jaga dan hormati, yaitu:

1. Ibu yang mengandung
2. Ibu mertua
3. Ibu dari anak-anak (jika kita adalah suami)
4. Ibu Guru
5. Ibu Pertiwi Indonesia

Dan yg terakhir adalah ...

6. Ibu jari kita. Karena tanpa ibu jari, kita akan sulit untuk:

- BBM
- SMS
- Line
- WhatsApp
- Upload foto ke group
- Komen-komen di group
- Ganti DP dan ganti status ... dan ...
- Nge-jempol

Lomba Lari Si Bebek Tua vs Si Bebek Muda

PHYLOPOP.com - Kali ini kolom Joke punya cerita lucu tentang bebek tua dan bebek muda. Begini kisahnya.

Di sebuah peternakan bebek ada 25 bebek betina. Hanya ada 1 bebek jantan yang sudah tua dan telah lewat masa produktif. Pemilik peternakan kemudian membeli 1 bebek jantan yang masih muda. Hal ini membuat si bebek tua tersaingi.

Bebek Tua : "heii.. kamu jangan serakah yaaa...!! Bebek betina ada 25.. kamu boleh ambil 15, sedangkan aku 10 ekor".

Bebek Muda : "ooo tidak bisa..!! kau sudah tua dan loyo.. pokoknya semua buat aku...!!!"

Bebek Tua : "kalau begitu kita lomba aja.. Siapa yang menang boleh ambil semua bebek betina yang ada disini..."

Bebek Muda : "boleh, mau lomba apa??"

Bebek Tua : "lari 100 meter..!!! dan karena aku sudah tua .. aku minta untuk lari dulu 15 meter di depanmu, gimana..??"

Bebek Muda: "boleehhh..."

Lomba lari pun dimulai..

Bebek tua lari lebih dulu 15 meter baru bebek muda lari menyusul.

Saat hampir menyusul bebek tua, tiba-tiba si bebek muda menggelepar dan mati sekarat karena ........

Disambit oleh si pemilik peternakan bebek.

Sambil memungut bebek muda yang mati tadi si pemilik menggerutu:

"Sialan... ini bebek muda homo ke-10 yang gue beli bulan ini. Bukannya ngerjain si betina, malah ngejar bebek tua...!!".

Bebek Tua : "... rasa'in lo, Senior kok di lawan...".

Begitulah akhir cerita setiap kali ada bebek jantan muda yang dibeli empunya peternakan. Ada aja akal si bebek tua untuk menyingkirkannya. Dengan begitu, si bebek tua leluasa bersama 25 bebek betina yang ada.

Penampakan Lalu Lintas Pasar Minggu di Sore Hari

PHYLOPOP.com - Kawasan Pasar Minggu dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di kawasan Jakarta Selatan. Lalu lintas kendaraan yang padat, ditambah dengan kebiasaan pengendara mobil dan motor yang parkir sembarangan di badan jalan semakin memperparah kemacetan.

Selain itu, kawasan ini juga berdekatan dengan Stasiun Kereta Pasar Minggu dan lintas penyeberangan rel kereta yang semakin memperparah antrian kendaraan yang menunggu giliran lewat.

Kondisi tesebut menyebabkan kawasan ini merupakan jalur yang ingin dihindari pengendara motor atau mobil.

Tapi itu dulu Phylovers. Saat ini, sejak Pemerintah DKI Jakarta memberlakukan pengawasan ketat oleh aparat keamanan dan Satuan Polisi Pamong Praja, kawasan Pasar Minggu kini sudah lega. Barisan Pasukan Satpol PP sigap mengawasi gerak gerik pengendara selama 24 jam dalam sehari.

Badan jalan yang dulu dipenuhi hiruk pikuk pedagang kaki lima, berbagai jenis kendaraan parkir sembarangan mengambil sebagian besar badan jalan, ditambah lagi lalu lalang pejalan kaki dan para pembeli, sekarang sudah tak tampak lagi. Kalaupun ada kendaraan yang parkir, pastilah itu mobil berlogo Satpol PP yang memang bertugas mengamankan dan melancarkan lalu lintas jalan.

Tampak pada foto di atas yang sempat Phylopop ambil di lokasi pada Jum'at (24/4) pukul 16.20 WIB, lalu lintas kendaraan lancar tanpa hambatan. Badan jalan juga terlihat bersih dan rapi, tidak ada kendaraan yang berani parkir kecuali untuk menaikan dan menurunkan penumpang.

Tentu sebagai warga masyarakat, Phylovers berharap kondisi ini terus bertahan dan selalu diawasi demi peningkatan yang lebih baik lagi.  Kerjasama semua pengguna jalan tentu sangat doharapka. Semoga saja ya Phylovers!


Duh, Jembatan Penyeberangan Dipakai Jualan Pedagang Kaki Lima

Para pedagang kaki lima menggelar dagangan sepanjang JPO
PHYLOPOP.com - Bagaimana pendapat Phylovers jika sarana umum dipakai untuk kepentingan pribadi seseorang? Seperti halnya jembatan penyeberangan orang. Tentu sangat mengganggu bukan?

Itulah yang terjadi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di depan Stasiun Juanda Jakarta Pusat. Saat Phylopop memantau lokasi pada Kamis (23/04) lalu, tampak setidaknya empat pedagang kaki lima menjejer jualannya sepanjang JPO. Hanya 1/2 badan JPO yang tersisa untuk pejalan kaki.

Di satu sisi, setiap orang memang dilindungi oleh negara untuk bisa mendapatkan hidup yang layak. Sisi lainnya, apa yang dilakukan para pedagang tersebut tentu mengganggu ketertiban umum, khususnya pengguna jalan.

Pemerintah, pembeli dan tentu saja pedagang itu sendiri sebagai pihak-pihak yang patut dipersalahkan. Dalam hal ini, pemerintah DKI Jakarta lalai menjalankan tugasnya dan tidak sigap melakukan penertiban. Pejalan kaki juga seharusnya tidak membeli dagangan mereka, karena mereka bertahan tentu karena ada pelanggan. Dan sebagai pedagang, sepatutnya bisa menjajakan dagangan di tempat yang seharusnya tanpa melanggar ketertiban umum.

Apa yang terjadi di JPO Stasiun Juanda hanya salah satu potret dari kondisi ril Ibukota yang belum ramah terhadap pejalan kaki. Di tempat lain, keadaan seperti ini lebih banyak lagi bahkan kondisinya mungkin lebih parah.

Ini tentu menjadi perhatian kita semua sebagai warga. Patuh terhadap ketentuan untuk keamanan dan kenyamanan bersama tentu merupakan sebuah kewajiban yang tak dapat dielak.

Semoga tulisan ini juga mengetuk hati pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah DKI Jakarta agar segera menemukan solusi terbaik dan mengambil tindakan tegas yang tentunya tidak merugikan para pedagang kecil tersebut.

Doa Resmi Islami Peresmian Gedung dan Pelaksanaan Kegiatan

PHYLOPOP.com - Assalamu'alaikum Phylovers. Salam jumpa lagi.

Pernah diminta orang tua atau saudara untuk membaca doa dalam sebuah acara keluarga? Atau mungkin pimpinan memerintahkanmu untuk membaca doa di acara resmi kantor?

Jika permintaan pertama mungkin Phylovers bisa mengelak dengan alasan tidak bisa atau ada orang lain yang lebih pantas membawakannya. Tapi hal ini tidak berlaku jika pimpinan di kantor memerintahkanmu melakukan hal yang sama.

Kenapa? Karena permintaan pimpinan adalah perintah, dan semua perintah rasanya susah atau bahkan tidak mungkin untuk ditolak. Jika menolak, bisa-bisa kepercayaan pimpinan akan hilang. Tentu itu akan berpengaruh pada karirmu di kerjaan.

Daripada menolak perintah pimpinan, tidak ada salahnya Phylovers memimpin doa dalam sebuah acara resmi. Toh saat ini tidak susah mencari bahan doa melalui media internet. Salah satunya teks doa berikut ini bisa Phylovers pakai.

Konsep doa ini pernah dibacakan di acara peresmian salah satu gedung di Badan Diklat Kemendagri di awal tahun 2015. Turut hadir juga Mendagri dan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Peresmian gedung tersebut juga dirangkai dengan beberapa pembukaan pelatihan.

Langsung saja simak dan pelajari teks doanya berikut ini.

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah saya menuntun doa ini sesuai agama Islam. Bagi Bapak/Ibu yang non muslim, silakan menyesuaikan dengan keyakinan masing-masing. Marilah kita semua sejenak menundukkan kepala, melapangkan hati dan membuka pikiran, guna mengharap keridhaan dan keberkahan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih.

A’udzubillah himinashaitoaniradzim, 
Bismillah-hirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil’alamin, 
hamdan yuwafi nikmahu.
Ya Rabbana walakalhamdu, walaka syukru.
Allahumma shalli ala Muhammadin,
Fil’awwalina wal’akhirin.

Ya Rabb Tuhan sekalian alam
Kami berkumpul di sini untuk bermunazab mengharap keberkahan dan keridhaan-Mu ya Allah. Maka tuntutunlah kami menuju jalan-Mu sebagaimana Engkau telah menuntun dan memberi petunjuk pada para utusan mulia-Mu, khususnya demi kesuksesan rangkaian kegiatan yang kami adakan ini.

Ya Allah ya Nur, Tuhan Sumber Segala Cahaya
Terangilah setiap ruang, lorong dan sudut gedung F ini dengan pancaran nur ilahiah-Mu, agar setiap tapak langkah, setiap gerak tubuh, dan setiap niat dan pikiran kami selalu tertuju menghamba kepada-Mu. Jadikan gedung baru ini sebagai ladang ilmu dan amal shaleh bagi diri kami dan bagi seluruh aparatur yang menimba pengetahuan dan ilmu di instansi tercinta ini, sehingga menghantar kami pada kebaikan di dunia maupun di akherat-Mu.

Ya Allah ya Alim, Sumber Segala Pengetahuan 
Bersamaan dengan diresmikan gedung F ini, telah berkumpul pula para pengambil kebijakan di bidang peningkatan sumber daya aparatur. Maka satukan tekad kami untuk senantiasa berkomitmen menelurkan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan pengetahuan aparatur, agar setiap kebijakan tersebut menuntun kami dalam menjalankan amanah dan mewujudkan masyarakat yang sejahterah.

Ya Allah ya Khabir, Yang Maha Mengetahui
Telah berkumpul pula pada kesempatan ini para peserta Orientasi Kepemimpinan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, semata untuk mendapatkan secercah ilmu-Mu. Maka tanamkanlah segala pengetahuan dalam sanubari kami, untuk senantiasa kami manfaatkan dalam menjalankan amanah kepemimpinan bagi masyarakat dalam naungan kasih sayang-Mu.

Ya Allah ya Hafiz, Yang Maha Memelihara
Bimbinglah pula kami selaku peserta Diklat Pencatatan Sipil agar mampu membangun dan memelihara database kependudukan guna perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ya Allah ya Hadi, Yang Maha Memimpin dan Memberi Petunjuk
Sematkanlah sebagian kebijaksanaan dalam memimpin yang Engkau mukjijatkan pada diri Rasulullah untuk menjadi bagian dari kepemimpinan para peserta Diklat Leadership yang hadir pada kesempatan ini, agar membimbing mereka untuk selalu berlaku arif, bertindak bijak, dan bertutur kata yang mendamaikan. Sehingga peserta Diklat Leadership mampu menjalankan amanah jabatan dengan selalu mengedepankan penghambaan kepada-Mu sebagaimana Rasul-Mu.

Ya Allah ya Muhaimin, Tuhan Yang Maha Mengawasi 
Curahkan kemampuan pengawasan-Mu bagi para peserta Diklat Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD) agar mampu melakukan pengawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, dengan harapan penyelenggaraan urusan pemerintahan tersebut berjalan sesuai dengan koridor hukum dan juga selalu dalam kuasa-Mu.

Ya Allah ya Haqq, Tuhan Yang Maha Benar 
Bimbinglah kami peserta Diklat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar memiliki kemampuan yang benar dalam merencanakan pembangunan di daerah, serta mudah diterapkan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat kami.

Ya Allah ya Wahid, Engkau yang Maha Satu dan Maha Mempersatukan
Kami mohon perkuatkanlah persatuan di antara kami, janganlah biarkan kami bercerai-berai. Kami ingin kuat dalam persatuan ini agar lebih bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara ini.

Ya Allah ya Ghafur
Engkau yang Maha Pengampun atas segala dosa. Ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, dosa para pemimpin kami, dosa para pejuang di jalan-Mu, dan dosa para pendahulu kami. Tempatkanlah kami dan mereka semua dalam lindungan  rahmat dan ampunan-Mu.

Ya Allah ya Mujib
Engkau yang Maha Mengabulkan Doa. Perkenankanlah doa dan harapan kami.

Rabbana atina fiddunya hasanah, 
wafil’akhirati khasan, wakina adzabannar. 
Subhanarabbika rabbil’izzati amma yasifun.
Wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahirabbil’alamin, amin ya Rabbal’alamin. 
Wassalamu’alaikum, warahmatullahi, wabarakatuh. 

Kontributor:

Dapatkan

 

| Terima Jasa | Pembuatan Blog | Desain Blog | Pelatihan Blog | Beli Domain | Konsultasi Gratis |