Hari
Berlangganan melalui Email
Berlanganan
Ikuti saya di facebook
Facebook
Ikuti saya di twitter
Twitter
Advertise | Hubungi Saya | Buku Tamu | About us | Kegiatan | Peta Situs

Terjemah

Followers

Kirim Pesan

Name

Email *

Message *

Uang NKRI Untuk HUT RI 17 Agustus 2014

PHYLOPOP.com - Tahukah Phylovers, beberapa waktu yang lalu Bank Indonesia (BI) tekah menerbitkan Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Yup, uang tersebut diluncurkan hari ini tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), tanggal 17 Agustus 2014.

Paga hari ini, uang NKRI tersebut dikeluarkan serempak pada tanggal 17 Agustus 2014. Uang tersebut dipublikasikan secara serentak oleh Kantor Pusat BI. Uang NKRI tersebut dalam pecahan-pecahan yang diedarkan secara bertahap.

Dengan berlakunya uang NKRI tersebut, bukan berarti uang lama ditarik dari peredaran. Uang lama akan tetap berlaku dan tetap bisa dipergunakan untuk bertransaksi.

Sebagaimana diakui pihak BI, peredaran uang NKRI tersebut bukan sebagai langkah awal untuk rencana redenominasi mengingat sampai hari ini rencana redenominasi belum disetujui oleh DPR.

Menanggapi rencana redenominasi pemerintah, di dunia maya sudah banyak beredar bentuk perubahan-perubahan yang diklaim sebagai uang NKRI. Nominal yang ditampilkan pun dengan menghilangkan tiga angka nol terakhir pada tiap uang pecahan lama, sehingga uang Rp. 100.000 menjadi Rp. 100 dll. Bentuk uang yang banyak beredar di dunia maya tersebut dibantah oleh pihak BI karena uang NKRI masih memenuhi ciri umum sebagaimana diatur dalam UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
Bentuk Uang NKRI yang dibantah BI

Berikut ciri mata uang NKRI yang diluncurkan bank sentral:
a. Gambar lambang negara, Garuda Pancasila
b. Frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia
c. Sebutan pecahan dalam angka dan huruf
d. Tanda tangan pihak pemerintah dan Bank Indonesia
e. Nomor seri pecahan
f. Teks "Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran yang Sah Dengan Nilai…
g. Tahun emisi dan tahun cetak

Bagaimana Phylovers, sudah punya uang NKRI hari ini?
»»  Selengkapnya

Profil dan Sepak Terjang Ketua MK Hamdan Zoelva

PHYLOPOP.com Nama lengkapnya adalah Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. Lahir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni 1962. Sosoknya santer diberitakan berbagai media pasca terpilih sebagai Ketua MK pada November 2013 yang lalu menggantikan Akil Muhtar yang terjerat kasus suap Pilkada dan pencucian uang.

Sosoknya kian tenar ketika memimpim sidang gugatan hasil Pilpres 2014. Penampilannya yang rapi dan tegas mempesona banyak kalangan terutama kaum hawa.

Berikut Phylopop sarikan seluk beluk kehidupan pribadi dan karir Ketua MK Hamdan Zoelva untuk memenuhi rasa penasaran Phylovers yang ingin mengetahui lebih jauh profilnya.

Pendidikan Formal

Sejak belia, putra kelima dari pasangan Muhammad Hasan dan Siti Zaenab ini sudah konsisten mempelajari ilmu hukum. Setelah lulus dari Madrasah Aliya Negeri Bima [setingkat sekolah menengah atas] di tahun 1981, Zoelva muda meneruskan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar hingga tahun 1986.

Usai menempuh pendidikan sarjana, Zoelva meneruskan jenjang magister di Magister Hukum Bisnis di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, namun sayangnya tidak tamat.

Dari situlah, Zoleva kembali menyusun jenjang pendidikannya di Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung di tahun 2005. Dan di tempat yang sama pula, Zoelva menggenapi pendidikannya dengan memperoleh gelar doktor setelah menyelesaikan disertasi berjudul “Pemakzulan Presiden Republik Indonesia”.

Memulai Karier

Jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya tentu sangat membantu perkembangan karier pria ini. Namun, semua yang ia peroleh saat ini juga telah melewati banyak tahapan. Awalnya Zoelva memiliki keinginan besar untuk berbagi ilmu yang dimilikinya kepada orang lain.

Salah satu jalan yang paling mudah adalah menjadi dosen ilmu hukum. Sayangnya keinginan tersebut kandas karena ia gagal melewati uji calon dosen di Universitas Hasanuddin, Makassar. Karena kegagalannya itu, Zoelva mulai membangun karier dengan bekerja di kantor pengacara O.C. Kaligis & Associate.

Setelah merasa memiliki bekal cukup, Zoelva dan teman-temannya mendirikan kantor hukum sendiri. Berdirilah Sri Haryanti Akadijati, Poltak Hutajulu, Juniver Girsang, Hamdan Zoelva & Januardi S. Haribowo [SPJH&J] Law Firm.

Setelahnya, ia meninggalkan law firm itu untuk mendirikan kantor advokat Hamdan, Sujana, Januardi & Partner [HSJ & Partner]. Tujuh tahun kemudian, bersama Januardi S. Haribowo ia membuka Hamdan & Januardi Law Firm.

Terjun ke Politik

Di era reformasi, Zoelva bersama sejumlah tokoh ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah [FUI] mendirikan Partai Bulan Bintang [PBB]. Lewat partai tersebutlah, Zoelva ikut dalam bursa pencalonan anggota legislatif, yang akhirnya mengantarkannya pada sebuah kursi sebagai anggota dewan yang mewakili daerah asalnya, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pengalamannya yang tak sekadar kemarin sore membuatnya dipercaya sebagai Sekertaris Fraksi PBB DPR. Ia sekaligus menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR bidang Hukum dan Politik, di masa ia menjabat. Pada periode 1999-2002, Zoelva menjadi satu-satunya wakil Fraksi PBB di Panitia Ad Hoc [PAH] I MPR yang membidani perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Hamdan Zoelva berhasil mendapatkan panggungnya di dunia politik dan hukum Indonesia.

Keterlibatannya dalam perubahan UUD 1945 mengantarkannya masuk ke pintu Mahkamah Konstitusi [MK]. Ia menjadi salah satu punggawa yang ikut mengantar kelahiran Mahkamah Konstitusi.

Kedekatannya dengan MK banyak menguntungkannya. Bahkan ia menjadi satu di antara anggota DPR yang terlibat dalam uji kelayakan dan kepatutan calon hakim konstitusi periode pertama dari unsur DPR.

Bergelut di MK

Sebelum terpilih sebagai ketua MK, Zoelva telah banyak mencicipi berabagi posisi yang terdapat di dalam MK. Dan terakhir, sebelum terpilih sebagai ketua, Hamdan Zoelva tengah menjabat sebagai wakil ketua MK. Zoelva saat itu tak serta merta diangkat menjadi ketua. Ia melewati dua putaran pemilihan sebelum akhirnya menduduki jabatan ketua.

Pemilihan ini diikuti 8 Hakim Konstitusi, yaitu Zoelva, Harjono, Arief Hidayat, Anwar Usman, Ahmad Fadhil Sumadi, Patrialis Akbar, Muhammad Alim, dan Maria Farida Indriarti.

Pada putaran pertama, Zoelva mengantongi 4 suara. Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengantongi 3 suara. Dan Ahmad Fadhil Sumadi dengan 1 suara. Karena tidak ada yang mencapai perolehan 5 suara untuk memenuhi ketentuan harus meraih suara dari setengah jumlah hakim, maka pemungutan suara putaran kedua digelar.

Pada putaran kedua, Zoelva memenangi pemilihan setelah mengantongi 5 suara. Sementara itu, Arief hanya mengantongi 3 suara.

Dekat Dengan Keluarga

Di balik sisi dirinya yang begitu serius terhadap tanggungjawab pekerjaan, Zoelva tetaplah figur laki-laki yang baik bagi keluarganya. Di kehidupan pribadinya, Zoelva merupakan seorang suami R.A. Nina Damayanti, S.H, yang memiliki tiga anak, yaitu Muhammad Faris Aufar, Ahmad Arya Hanafy, dan Ahmad Adib Karamy.

Baik istri, anak, dan orangtua Zoelva selalu mendukung karier yang tengah dilaluinya, meski keluarga seringkali harus melewati masa-masa menegangkan.

Dalam sebuah wawancara dengan media, Muhammad Hasan, ayah Zoelva menyampaikan bahwa keluarga anaknya itu seringkali menerima teror. Ancaman itu berdatangangan kepada istri Zoelva. Namun sebagai ayah, Hasan mencoba menguatkan sang anak agar tak gentar dan tetap menjalankan amanat sebaik-baiknya.

Kesibukan Lainnya

Selain disibukkan dengan kegiatan politik dan kegiatan bersama keluarga, pria yang hobi bermain golf ini juga masih seringkali membagi kesibukan untuk organisasi lainnya yang bergerak di bidang agama. Dua organisasi yang pernah melibatkan Zoelva antara lain Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia dan Deputy Chairman Asean Muslim Youth Secretariat [AMSEC] yang berada di Kuala Lumpur.

Itulah beberapa hal yang bisa diketahui dari sosok yang selalu terlihat rapi dan menawan ini. Meski usianya telah memasuki kepala lima, namun penampilannya masih terlihat menarik. Dan yang lebih penting lagi, bukan hanya sosoknya yang menarik. Namun juga kemampuan dan juga pengalamannya sangat menarik, karena dapat menjadi motivasi untuk masyarakat. Semoga ia tetap memegang teguh amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua MK.

Ingin kenal lebih dekat dan mendalami karya pemikirannya? Silakan bergabung di blog pribadinya yang beralamat di http://hamdanzoelva.wordpress.com/

Selamat bergabung!


»»  Selengkapnya

Website Pendaftaran CPNS Instansi Pusat 2014

PHYLOPOP.com - Antara tanggal 18 - 28 Agustus 2014 pemerintah membuka lowongan Pegawai ASN sebanyak 100.000. Formasi yang terdiri dari 65.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Umum dan 35.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di mana dibuka oleh 482 instansi.

Pengumuman lowongan CPNS 2014 tanggal 11 hingga 24 Agustus 2014. Tes CPNS dimulai secara bertahap pada 1 September 2014.

Berdasarkan penelusuran Phylopop, berikut daftar instansi pusat yang akan membuka lowongan CPNS beserta alamat websitenya.

Untuk terhubung langsung dengan website masing-masing instansi, silakan klik pada instansi sesuai pilihan Phylovers.

Kementerian Koordinator

Kementerian Koordinator Bidang POLHUKAM : http://www.polkam.go.id/
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat : http://www.menkokesra.go.id
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian : http://www.ekon.go.id

Kementerian

Kementerian Dalam Negeri : http://www.kemendagri.go.id
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia : http://www.kemenkumham.go.id
Kementerian Keuangan : www.kemenkeu.go.id
Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : http://www.menegpp.go.id
Kementerian Pemuda Olahraga : http://www.kemenpora.go.id
Kementerian Perumahan Rakyat : http://kemenpera.go.id
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal : http://www.kemenegpdt.go.id
Kementerian Riset dan Teknologi : http://www.ristek.go.id
Kementerian Lingkungan Hidup : http://www.menlh.go.id
Kementerian BUMN : http://www.bumn.go.id
Kementerian Pertanian : http://www.deptan.go.id
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral : http://www.esdm.go.id
Kementerian Perhubungan : http://www.kemenhub.go.id
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : http://www.kemdiknas.go.id
Kementerian Perindustrian : http://kemenperin.go.id
Kementerian Pekerjaan Umum : http://www.pu.go.id
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : http://www.budpar.go.id
Kementerian Sekretariat Negara : http://www.setneg.go.id
Kementerian Kesehatan : http://www.depkes.go.id
Kementerian Agama : http://www.kemenag.go.id
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi : http://www.depnakertrans.go.id
Kementerian Sosial : http://www.kemsos.go.id
Kementerian Kehutanan : http://www.dephut.go.id
Kementerian Kelautan dan Perikanan : http://www.kkp.go.id
Kementerian Komunikasi dan Informatika : http://www.kominfo.go.id
Kementerian Perdagangan : http://www.kemendag.go.id
Kementerian PPN/Bappenas : http://www.bappenas.go.id

Lembaga Pemerintah Non Kementerian

Badan Pusat Statistik (BPS) : http://www.bps.go.id
Badan Inteljen Negara (BIN) : http://www.bin.go.id
Arsip Nasional RI (ANRI) : http://www.anri.go.id
Lembaga Administrasi Negara (LAN) : http://lan.go.id
Badan Kepegawaian Negara (BKN) : http://www.bkn.go.id
Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) : http://www.pnri.go.id
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) : http://www.bppt.go.id
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) : http://www.bkpm.go.id
Badan Pertanahan Nasional (BPN) : http://www.bpn.go.id
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) : http://www.pom.go.id/new
Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) : http://www.lemsaneg.go.id
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) : http://www.bkkbn.go.id
Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) : http://lapan.go.id
Badan Informasi Geospasial (BIG) : http://www.bakosurtanal.go.id
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) : http://www.bpkp.go.id
Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) : http://www.lemhannas.go.id
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) : http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat
Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) : http://www.bnp2tki.go.id
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) : http://indonesia.go.id
Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) : http://www.bakorkamla.go.id
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) : http://www.ppatk.go.id/main
Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : https://lpse.lkpp.go.id/eproc
Badan SAR Nasional : http://www.basarnas.go.id
Badan Narkotika Nasional (BNN) : http://www.bnn.go.id
Badan Standardisasi Nasional (BSN) : http://www.bsn.or.id
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) : http://www.batan.go.id
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) : http://www.bawaslu.go.id
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI (BNPT) : http://www.bnpt.go.id

Lembaga Negara

Kepolisian Negara RI : Tidak Buka Lowongan
Kejaksaan Agung RI : http://www.kejaksaan.go.id
Sekretariat Kabinet : http://www.setkab.go.id

Sekretariat Lembaga Negara

Sekretariat Jendral BPK : http://www.bpk.go.id
Sekretariat Mahkamah Kostitusi : http://www.mahkamahkonstitusi.go.id
Sekretariat Komisi Yudisial : http://www.komisiyudisial.go.id
Sekretariat Jendral MPR : https://www.mpr.go.id
Sekretariat Mahkamah Agung : https://www.mahkamahagung.go.id
Sekretariat Jendral DPD-RI : http://www.dpd.go.id
Sekretariat KPU : http://www.kpu.go.id
Sekretariat OMBUDSMAN RI : http://www.ombudsman.go.id

Sudah siapkan Phylovers?


»»  Selengkapnya
 

Jasa Pembuatan Blog