Hari
Berlangganan melalui Email
Berlanganan
Ikuti saya di facebook
Facebook
Ikuti saya di twitter
Twitter
Advertise | Hubungi Saya | Buku Tamu | About us | Kegiatan | Peta Situs

Yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

PHYLOPOP.com - Tulisan ini adalah pengalaman pribadi seorang pria bernama Akhmad Farhan. Melalui blognya yang beralamat di www.akhmadfarhan.wordpres.com ia menulis tentang beberapa tips tentang apa-apa yang harus disiapkan pasangan sebelum menikah. Berikut isi tulisannya.

Menikah adalah salah satu momen terpenting dalam kehidupan seorang manusia setelah kelahiran dan kematian. Pintu masuk atau gerbang menuju hidup bersama dalam rumah tangga itulah fungsi pernikahan. Untuk itu, menikah harus dipersiapkan secara matang dan terencana. Persiapan harus dilakukan secara komprehensif dan jauh-jauh hari sebelumnya.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh mereka yang akan menikah. Diantaranya yaitu:

Persiapan ilmu

Semua perbuatan harus dilandasi oleh pengetahuan alias ilmu. Pengetahuan yang diperlukan oleh orang yang akan menikah adalah hukum pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, cara mengelola rumah tangga, dan lain sebagainya. Bahkan ilmu tentang mengelola keuangan keluarga atau memasak seharusnya dipelajari sebelum seorang perempuan menikah.

Waktu kuliah dulu, saya belajar tentang ilmu pernikahan dengan ikut seminar, diskusi, baca buku, dengerin kaset dan ngobrol-ngobrol sama orang yang sudah menikah. Bukan hanya teori tapi tips praktis juga bisa kita dapatkan. Bahkan motivasi untuk menikah pun akan semakin meningkat seiring dengan semakin seringnya kita belajar.

Banyak permasalahan yang timbul setelah pernikahan hanya karena kurangnya ilmu dan pemahaman dari suami istri. Untuk itu, persiapan ilmu ini mutlak dilakukan oleh semua anak muda. Di Malaysia, mereka mewajibkan generasi mudanya untuk ikut kursus perkawinan. Biasanya diadakan di kampus-kampus. Sayangnya, di Indonesia belum diwajibkan. Jadi semua sangat tergantung kepada kesadaran masing-masing.

Persiapan mental

Sebelum dan sesudah menikah adalah dua kondisi yang sangat jauh berbeda. Dulu hidup sendiri, mau pergi kesana kemari tidak perlu izin istri. Setelah menikah hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Dulu gaji bisa digunakan sesuka hati, sekarang harus dikelola untuk kepentingan bersama. Hidup kita tidak akan sama setelah menikah.

Mental untuk hidup bersama harus dipersiapkan. Sepasang suami istri bukanlah anak kembar yang punya sifat, kebiasaan dan kematangan emosi yang sama. Anak kembar aja gak bisa sama persis kan? Apalagi suami istri yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda.

Persiapan untuk bisa saling memahami, saling berbagi, saling mengisi dan bertoleransi harus dimiliki sejak dini. Suami atau istri jangan egois dan selalu ingin menang sendiri. Mereka harus siap untuk bekerja sama mengayuh biduk rumah tangga.

Caranya yaitu dengan sebanyak mungkin berinteraksi dengan banyak orang dan belajar menjadi pemimpin. Kalau saya melakukannya dengan cara aktif di organisasi. Dengan begitu, saya sering bekerjasama dengan banyak orang yang memiliki karakter yang berbeda. Saya jadi lebih memahami cara berfikir dan bersikap seorang wanita. Hal ini memudahkan mental saya untuk hidup bersama dalam perbedaan dan berani bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

Persiapan fisik

Jangan menganggap sepele persiapan fisik ini. Bukan dari sisi penampilan saja yang harus terjaga tapi yang lebih penting adalah kesehatan. Setelah menikah, kita harus bertanggung jawab untuk mengelola rumah tangga yang mandiri terlepas dari orang tua. Suami dan istri harus berbagi peran dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Fisik yang sehat sangat dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti masak, mencuci, bersih-bersih dan lain-lain. Selain itu, faktor kesehatan juga sangat penting untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Jika ada penyakit-penyakit yang mungkin bisa merusak keharmonisan, lebih baik sebelum menikah sudah dikonsultasikan ke dokter. Terapi atau pengobatan harus segera dilakukan.

Jagalah kesehatan dari usia muda. Hindarilah makanan dan minuman yang bisa merusak tubuh anda. Tidur dan berolahragalah secara teratur. Bila ada gangguan kesehatan, segera diatasi.

Persiapan finansial

Uang bukan segalanya tapi segalanya perlu uang. Menikah dan setelah menikah memang perlu uang. Itu sudah pasti tapi jangan dijadikan hambatan untuk melangkah. Uang itu besar kecilnya, cukup tidaknya sangat tergantung kepada kita sendiri. Tidak ada standar berapa biaya yang harus disiapkan untuk menikah.

Minimal kita harus menyiapkan biaya untuk yang wajibnya saja. Biaya penghulu, mahar atau mas kawin dan biaya lain untuk akad nikah. Untuk resepsi tergantung kesepakatan kedua keluarga. Sesuaikanlah anggaran pernikahan dengan kemampuan. Jangan terlalu memaksakan diri.

Coba untuk belajar mandiri sejak dini. Mencoba bisnis saat kuliah sambil menabung untuk menikah. Asyik kan? (akhmadfarhan.wordpress.com).



Artikel Terkait Lainnya

 

Jasa Pembuatan Blog